Balebandung.com – Meski ribet Ukur tetap memuatkan tiga buntalan harta yang telah dikumpulkan kawanan Ki Blontang itu ke kudanya. Ia sadar, jerih payahnya membawa buntalan sarung itu akan terbalas lunas dengan kegembiraan orang-orang miskin esok hari, manakala mereka mendapati harta yang ia bagi-bagi itu di depan pintu rumah mereka masing-masing. Sempat hati Ukur bimbang, mengingat secara […]
Tag: Ukur
Dipati Ukur ; Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [21]: Dari Kelambu Ranjang yang Terbuka
Balebandung.com – Ketiga kawanan maling itu segera memasuki kamar-kamar yang ada. Ternyata tengkulak iitu benar-benar seorang yang kaya raya. Dari setiap kamar yang mereka masuki, ada saja yang bisa diambil maling-maling itu. Namun entah pula, barangkali juga sebenarnya maling-maling itu yang terlalu rakus. Soalnya, barang berharga yang memberatkan pelarian mereka pun, seperti keramik Cina kuno yang […]
Dipati Ukur: Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [20]: Aji Sirep Warisan Kaum Durga
Balebandung.com – Namun Tejo tak punya kesempatan memikirkan siapa penunggang kuda putih itu lebih lanjut. Kedua rekannya segera melecut kuda mereka sekencangnya sehingga mau tak mau Tejo pun harus mengikuti keduanya kalau tak ingin tertinggal jauh. Ketika cahaya matahari digantikan sinar layung, tibalah ketiganya di suatu dataran tinggi. Kepala rombongan menahan laju kuda, sehingga kuda […]
Dipati Ukur: Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [19]: Para Maling dari Wetan
Balebandung.com – Ketiga orang utusan Senapati Ronggonoto itu memacu kuda mereka cepat-cepat. Tak ada satu pun dari ketiga orang itu yang menampakkan raut wajah cerah. Muka-muka mereka menembaga, dengan garis bibir melengkung ke bawah. Mereka semua terlihat sangat kecewa. Tentu saja pada saat di Balairung, tata sopan santun tak memberi mereka kesempatan membuka kanjut kundang pemberian […]
Dipati Ukur: Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [18]: Kehormatan Sekanjut Kepeng
Balebandung.com – Tak lama kemudian penjaga yang tadi berlari menuju keraton Tatar Ukur datang. Kali ini jauh lebih tergesa dibanding saat ia berangkat. Ia segera menemui pimpinan para penjaga, lalu mereka berbisik-bisik sejenak sambil sesekali melirik ketiga orang Mataram yang terlihat tak sabar menunggu. “Heh, lama sekali kalian omong-omong. Kalian lupa kami ini tamu yang harus […]
Dipati Ukur; Pahlawan Anti-Kolonisasi Tanah Pasundan [17]: Sarapan Pagi dengan Bakar Mencek
Balebandung.com – Ukur bersyukur dirinya telah berani bertanya langsung. Bayangkan, bila ia tetap memelihara pertanyaannya, memelihara kekecewaannya kepada Rangga Gempol, sampai kapan pun nonoman muda di sampingnya itu akan tetap ia pandang enteng. Malah mungkin saja ia lecehkan, sementara sebenarnya pikirannya sendirilah yang dangkal. “Hatur nuhun Rayi, telah berkenan menghilangkan syak wasangka kakang dengan menjelaskan secara […]
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
