Bale Bandung

Teh Nia Ajak Kecamatan Gencar Tangani Masalah PPPA

×

Teh Nia Ajak Kecamatan Gencar Tangani Masalah PPPA

Sebarkan artikel ini
Ketua P2TP2A Kab Bandung Kurnia Agustina Dadang Naser saat sosialisasi perundang-undangan tentang PPPA di Bale Winaya Soreang, Kamis (10/8). by Kominfo Kab Bdg
Ketua P2TP2A Kab Bandung Kurnia Agustina Dadang Naser saat sosialisasi perundang-undangan tentang PPPA di Bale Winaya Soreang, Kamis (10/8). by Kominfo Kab Bdg
Ketua P2TP2A Kab Bandung Kurnia Agustina Dadang Naser saat sosialisasi perundang-undangan tentang PPPA di Bale Winaya Soreang, Kamis (10/8). by Kominfo Kab Bdg

SOREANG – Pentingnya perhatian bersama terkait pengungkapan kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Bandung, membuat Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Bandung Kurnia Agustina Dadang Naser, gencar mengajak pemerintah lokal yakni kecamatan, berperan tangani masalah Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) di wilayah kerjanya masing-masing.

Istri Bupati Bandung Dadang Naser itu menegaskan, melalui penandatanganan pakta integritas yang sudah dilakukan sebelumnya, semua pihak yang terlibat harus menambah performanya dalam pengungkapan kasus.

“Semester 1 tahun 2017 ini sudah tercatat 110 kasus. Bagaikan gunung es, mungkin masih banyak kasus lain yang belum terungkap untuk kita tangani. Jadi, mari bekerja sama tingkatkan performa, lakukan solusi penanganan dengan segera,” ajak Teh Nia sapaan akrabnya, usai pelaksanaan sosialisasi perundang-undangan tentang PPPA di Bale Winaya Soreang, Kamis (10/8/17).

Dia mengungkapkan, semua wilayah rawan sudah terdampak kasus tersebut, dan hampir di 31 Kecamatan sudah ada pelaporan.

Pada kesempatan itu, Teh Nia mengajak kepada aparat kecamatan yakni melalui Kasi Pemberdayaan dan Kasi Sosial Budaya untuk mengimplemetasikan tugas dan fungsinya sebaik mungkin.

“Penanganan kasus seperti ini harus segera dilakukan. Kita ini melakukan pelayanan, pemberdayaan dan pencegahan, bersama menyelamatkan generasi masa depan yaitu anak-anak kita,” tandasnya.

Teh Nia menambahkan, yang tak kalah penting juga adalah pemahaman terhadap masyarakat mengenai labelisasi korban dan pelaku. “Seringkali masyarakat pun menimbulkan masalah baru dari rangkaian penanganan. Adanya labelisasi pada korban dan pelaku tindak kekerasan, membuat kasus berlanjut, bahkan lebih parah,” terangnya.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Hendi Aryadi (DP2KBP3A) Provinsi Jawa Barat Dewi Sartika meyakinkan, para Kasi yang terlibat agar tidak takut mengungkap kasus. Dewi menilai kinerja P2TP2A Kabupaten Bandung sudah sangat integratif.

“Para kasi kecamatan, jangan takut mengungkap kasus. P2TP2A Kabupaten Bandung dinilai best practise oleh Bappenas. Jadi alur kerjanya jelas dengan keterlibatan APH (Aparat Penegak Hukum)-nya,” pesan Dewi.

Di samping penguatan integrasi, imbuh Dewi, anak-anak juga harus dilibatkan dalam hal penanganan kasus. Mereka bisa jadi pelopor dan pelapor bagi terungkapnya kasus yang selama ini ditutupi sebagai aib.

“Anak-anak itu bisa jadi pelopor dan pelapor juga dalam hal penanganan kasus yang selama ini dianggap sebagai aib bagi sebagian besar masyarakat,” pungkasnya.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

Tomé Pires mencatat istana raja Sunda bertiang 330. Prasasti Batutulis menyebut parit, balai, samida, dan talaga. Jika istana Pakuan lenyap, bukan berarti Pajajaran tidak ada. Bisa jadi karena istananya memang dibangun dari kayu, bambu, ijuk, dan umpak batu—arsitektur tropis Sunda yang menyatu dengan alam. Ada pertanyaan yang selalu muncul setiap kali orang membicarakan Kerajaan Pajajaran: […]

Bale Bandung

Perjanjian Sunda–Portugis 1522 bukan sekadar urusan dagang lada. Ia adalah manuver internasional Pajajaran untuk mempertahankan pintu lautnya dari tekanan Demak-Cirebon. Dari Pakuan ke Malaka, kerajaan Prabu Siliwangi pernah bermain dalam geopolitik global abad ke-16. Pada 21 Agustus 1522, di pesisir Sunda Kalapa, sebuah perjanjian penting dibuat antara Kerajaan Sunda/Pajajaran dan Portugis. Di atas kertas, perjanjian […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – UNICEF (United Nations Children’s Fund) mengapresiasi kinerja Perumda Air Minum Tirta Raharja Kabupaten Bandung dalam penyediaan layanan air bersih bagi masyarakat. Perusahaan daerah tersebut dinilai menjadi salah satu contoh praktik baik dalam mendukung pemenuhan hak anak, terutama hak atas akses air bersih dan lingkungan yang sehat. Apresiasi itu disampaikan Kepala Perwakilan UNICEF […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna secara resmi membuka Kick Off Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk jenjang TK, SD dan SMP Tahun 2026 di Gedung Moh Toha, Kompleks Pemkab Bandung, Selasa (19/5/2026). Bupati yang akrab disapa Kang Dadang Supriatna (KDS) itu mengatakan, kegiatan kick off ini bukan sekadar seremonial, melainkan wujud nyata dari […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung menyatakan siap mendukung pelaksanaan kerja sama Country Programme Action Plan atau CPAP 2026–2030 antara UNICEF dan Pemerintah Pusat. Program tersebut dinilai sejalan dengan prioritas pembangunan daerah, terutama dalam pemenuhan hak anak dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Hal itu disampaikan Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb saat menerima sosialisasi pelaksanaan kegiatan […]

Bale Bandung

balebandung.com – Dari Pakuan, Sunda Kalapa, maung, hingga nama Kodam Silliwangi dan Universitas Padjadjaran, Siliwangi bukan sekadar raja masa lalu. Ia menjadi cara orang Sunda mengingat kejayaan yang hilang. Dari sekian banyak raja Sunda, nama Prabu Siliwangi paling keras menggema di telinga rakyat Jawa Barat. Ia hadir dalam cerita rakyat, nama jalan, kesatuan militer, simbol […]