Bale Bandung

Tingkatkan Ekonomi Daerah, Pemkab Dorong Pelaku UMKM Bermitra dengan Investor

×

Tingkatkan Ekonomi Daerah, Pemkab Dorong Pelaku UMKM Bermitra dengan Investor

Sebarkan artikel ini
Kepala DPMPTSP Kab Bandung Yudhi Haryanto, SH, SP1.
Kepala DPMPTSP Kab Bandung Yudhi Haryanto, SH, SP1.

SOREANG, Balebandung.com – Dalam upaya meningkatkan ekonomi daerah, Pemkab Bandung menggelar Forum Group Discussion (FGD) bagi para pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Sahid Sunshine Hotel Soreang, beberapa waktu lalu.

FGD dimaksudkan untuk menyamakan persepsi para pemangku kepentingan dan merumuskan formulasi pemberdayaan usaha. Kegiatan yang difasilitasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Bandung tersebut, dilakukan dalam upaya memperoleh data dan informasi mengenai peta potensi pelaku UMKM di Kabupaten Bandung.

“Dalam giat ini, kita akan mendorong dan memfasilitasi para pelaku usaha, agar siap bermitra dengan Penanam Modal Asing (PMA) maupun Penanam Modal Dalam Negeri (PMDN),” terang Kepala DPMPTSP Kabupaten Bandung Yudhi Haryanto, SH, SP1.

Yudhi menjelaskan, UMKM merupakan kegiatan usaha yang berperan dalam pertumbuhan ekonomi nasional, karena mampu memperluas lapangan kerja dan memberikan pelayanan ekonomi secara luas kepada masyarakat. Selain itu, UMKM juga berperan dalam proses pemerataan, peningkatan pendapatan masyarakat dan berperan mewujudkan stabilitas ekonomi nasional.

Menyikapi hal itu, kata Yudhi, pihaknya memberikan perhatian dengan cara mendukung, memberikan perlindungan dan pengembangan seluas-luasnya pada kelompok usaha ekonomi rakyat tersebut. Namun tak dapat dipungkiri masih ada permasalahan internal dan eksternal dalam unit kegiatan ekonomi rakyat tersebut.

“Sehingga pelaku UMKM perlu diberdayakan melalui penumbuhan iklim usaha yang mendukung pengembangnya,” tandasnya.

Pada kesempatan itu pula Yudhi memaparkan, di Kabupaten Bandung ada sekitar 10 ribu orang yang bergerak dalam berbagai usaha. Pihaknya berkeinginan untuk mewujudkan Koperasi dan UMKM menjadi maju dan makin berdaya saing.

Untuk mencapai hal itu, maka diperlukan sinergitas dan kolaborasi pemerintah pusat, daerah dan seluruh stakeholder. Salah satunya dengan cara terbuka dengan PMA maupun PMDN.

“Kita dorong UMKM untuk lebih maju dan harus siap menerima penanaman modal untuk mempercepat pembangunan. Tentu dengan tetap memperhatikan perlindungan bagi UMKM dan koperasi, di tengah persaingan menghadapi dinamika globalisasi ekonomi dunia,” ujarnya.

Dia mengatakan, dengan kehadiran PMA/PMDN harus bisa dirasakan manfaatnya oleh seluruh komponen masyarakat. Baik bagi angkatan kerja maupun bagi pelaku ekonomi lokal.

“Diantaranya yaitu melalui kontribusi langsung terhadap pemberdayaan pelaku UMKM dan koperasi, sehingga dapat memberikan dampak nyata bagi peningkatan kewirausahaan dan perekonomian Kabupaten Bandung,” sebutnya.

Kemudahan dan kepastian berusaha serta kreatifitas para pelaku ekonomi lokal, yang menjadi kolaborasi efektif dalam pertumbuhan investasi, meningkat cukup signifikan. Hal itu menurut Yudhi karena adanya dukungan iklim investasi yang kondusif.

“Berdasarkan Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dan izin usaha yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat dan Pemkab Bandung, realisasi investasi Kabupaten Bandung pada tahun 2018 mencapai Rp. 16, 8 triliun. Ini menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun 2017 yang ada di angka Rp. 10,9 Triliun,” terang Yudhi.

Dia pun berharap, kolaborasi efektif antara pelaku usaha dan pemerintah tersebut, akan menjadi modal penting untuk lebih meningkatkan iklim investasi. Hal itu dibutuhkan demi terciptanya ekonomi Kabupaten Bandung yang lebih baik, dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Saya berterimakasih pada pelaku usaha dan semua pihak, yang berperan aktif melakukan pembangunan dan menumbuhkan iklim investasi di Kabupaten Bandung. Semoga upaya kita dalam meningkatkan perekonomian daerah dapat tercapai,” ucap Yudhi.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]