Bale Bandung

Tragedi Cukanghaur, Matinya Jalur Si Gombar di Bandung Selatan

×

Tragedi Cukanghaur, Matinya Jalur Si Gombar di Bandung Selatan

Sebarkan artikel ini
Jembatan rel KA di Ciwidey
Jembatan rel KA di Ciwidey
Jembatan rel KA di Ciwidey

CIWIDEY – Sejak akhir tahun 1975, Stasiun Ciwidey dan stasiun lainya di jalur kereta api Bandung-Ciwidey ditutup operasionalnya akibat dipicu peristiwa luar biasa hebat (PLH) yang menimpa “Si Gombar”, lokomotif uap yang biasa berdinas pada jalur ini. Lokomotif diesel belum pernah menginjakkan rodanya di jalur ini, kecuali antara Bandung – Soreang.

Saat perjalanan pulang dari Ciwidey menuju Bandung, lokomotif nahas tersebut tertabrak oleh sebuah truk hingga terjungkal keluar dari relnya, tepatnya di Kampung Tjukanghaoer (Cukanghaur), Desa Cisondari, Kecamatan Ciwidey (sekarang Kec Pasirjambu), pada tahun 1972.

Muatan Si Gombar berupa kayu dan hasil pertanian seperti sayur dan teh, berhamburan dari gerbong muatan barang. Kepala Stasiun KA Ciwidey yang turut serta dalam perjalanan ini tewas di tempat. Konon, setelah terjadinya kecelakaan ini, jalur Ciwidey-Soreang dimatikan dan beberapa tahun kemudian jalur Soreang-Bandung turut dimatikan hingga jalur ke Bandung selatan resmi ditutup pada 1982.

Peristiwa ini membuka mata para petinggi KA pada jaman itu bahwa pemeliharaan di jalur-jalur cabang sangat minim, karena dana pemiliharaannya juga minim, di tengah makin menuanya rel dan bantalan. Apalagi jalur antara Soreang – Tjiwidej gradien tanjakannya cukup tinggi.

Sedangkan kondisi jalurnya pada saat itu dinilai tidak cukup kuat untuk dilalui kereta barang yang mayoritas mengangkut gelondongan kayu dan hasil kebun dari St. Tjiwidej dan St. Pasirdjamboe (Tjisondari); sampai akhirnya diputuskan untuk menutup jalur KA yang memang cukup berbahaya ini.

“Pada saat kejadian itu, rangkaian dengan sebuah lokomotif uap, meluncur tak terkendali karena masalah pada sistem pengeremannya sejak lepas Pasirdjamboe. Tetapi masih berada di atas rel karena radius beloknya belum terlalu kecil. Tetapi sesaat, kurang lebih 400 meter sebelum memasuki halte Tjukanghaoer, ada belokan ke kanan yang cukup tajam dan di situlah perjalanan KA tersebut berakhir,” tutur Intrias Herlistiarto dari Forum Diskusi Kereta Api Indonesia.

Sampai tahun 2007, bekas rel sebelah kiri yang tercerabut lepas akibat PLH ini masih teronggok di sela-sela gang rumah penduduk di sekitar lokasi (di sebelah sisi kiri rel jika dari arah Ciwidey).

Haryoto Kunto dalam bukunya Wajah Bandoeng Tempo Doeloe (PT Granesia), jalur ini dibangun dua tahap, tahun 1918 Bandung-Kopo dan diteruskan ke Ciwidey pada tahun 1921 oleh “Staats Spoorwegen (SS) untuk keperluan alat angkutan hasil produksi perkebunan Wilayah Priangan, yang kala itu menjadi barang komoditi ekspor yang laku keras di pasaran dunia.

Tapi dengan mundurnya permintaan hasil perkebunan Priangan di pasaran dunia, maka sedikit demi sedikit jalur KA itu tak lagi digunakan. Apalagi setelah kendaraan bermotor truk yang lebih fleksibel mengangkut muatan “door to door”, mulai beroperasi di kawasan Bandung. Maka fungsi KA cuma jadi alat angkutan penumpang, yang nota bene, tidak begitu menguntungkan bagi perusahaan KA. Hingga akhirnya jalur ini di nonaktifkan pada tahun 1975. by mang bale

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

MAJALAYA, balebandung.com – Pada tahun 2009, sebuah benda logam berbentuk mahkota ditemukan di Kampung Leuwidulang, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung. Lokasinya tidak jauh dari kompleks SMA Pasundan Majalaya. Benda itu kemudian dikenal dengan nama Makuta Ulun Umbul. Sejak awal kemunculannya, Makuta Ulun Umbul berada di ruang yang samar: antara temuan benda, tradisi tutur, pusaka […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Puncak peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) tingkat Kabupaten Bandung berlangsung meriah, aman, dan kondusif di Gedung Moh. Toha Soreang, Rabu (13/5/2026). Momentum tersebut menjadi ruang penguatan kolaborasi antara pemerintah daerah, pengusaha, dan serikat pekerja dalam menjaga iklim industri sekaligus meningkatkan kesejahteraan buruh di Kabupaten Bandung. Bupati Bandung Dadang Supriatna yang akrab […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung terus memperkuat kepatuhan perpajakan di lingkungan perangkat daerah melalui optimalisasi sistem Coretax. Hingga 10 Mei 2026, progres pelaporan pajak menunjukkan capaian positif, dengan pelaporan PPh Pasal 21 mencapai 77,61 persen dan pelaporan PPh Pemungut sebesar 62,69 persen untuk tahun pajak 2026. Pemkab Bandung pun optimistis target kepatuhan pelaporan pajak […]

Bale Bandung

SOLOKANJERUK, balebandung.com – Satreskrim Polresta Bandung bersama Polsek Solokanjeruk berhasil mengungkap kasus pencurian dengan kekerasan yang menimpa seorang warga negara asing asal Cina di wilayah Kecamatan Solokanjeruk, Kabupaten Bandung. Dalam pengungkapan tersebut, polisi mengamankan lima orang terduga pelaku berikut sejumlah barang bukti yang diduga digunakan saat melakukan aksi kekerasan terhadap korban. Peristiwa pencurian dengan kekerasan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Kepala Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Kabupaten Bandung, Iim Rohiman, S.H., M.H., QRMP, bersama jajaran pejabat dan pegawai menyambut kunjungan kerja Kantor Wilayah Kementerian ATR/BPN Jawa Barat ke Kantor ATR/BPN Kabupaten Bandung di Soreang, Senin, 11 Mei 2026. Kunjungan kerja tersebut dilaksanakan dalam rangka pemantauan dan evaluasi pelaksanaan pelayanan […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Di tengah kondisi efisiensi anggaran, KONI Kabupaten Bandung hanya akan memberangkatkan dan mendanai atlet dari cabang olahraga (cabor) yang berpotensi meraih medali emas di ajang Porprov XV Jawa Barat pada November 2026. Hal itu dikatakan Bupati Bandung Dadang Supriatna saat koordinasi bersama cabor terkait Persiapan Penyelenggaraan Porprov Jabar di Kantor Dispora Kabupaten […]