Bale Bandung

HUT ke-39 PDAM Tirta Raharja Ingin Naik Kelas

×

HUT ke-39 PDAM Tirta Raharja Ingin Naik Kelas

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung Dadang M Naser didampingi Dirut PDAM Tirta Raharja Rudie Kusmayadi saat acara puncak peringatan HUT PDAM Tirta Raharja ke-39 di Gedong Sabilulungan, Soreang, Kamis (31/3). by iwa
Bupati Bandung Dadang M Naser didampingi Dirut PDAM Tirta Raharja Rudie Kusmayadi saat acara puncak peringatan HUT PDAM Tirta Raharja ke-39 di Gedong Sabilulungan, Soreang, Kamis (31/3). by iwa
Bupati Bandung Dadang M Naser didampingi Dirut PDAM Tirta Raharja Rudie Kusmayadi saat
acara puncak peringatan HUT PDAM Tirta Raharja ke-39 di Gedong Sabilulungan, Soreang, Kamis (31/3). by iwa

SOREANG – Bertepatan dengan hari ulang tahunnya yang ke-39, PDAM Tirta Raharja Kabupaten Bandung bertekad untuk bisa naik kelas dari yang sekarang PDAM bertipe D menjadi tipe E atau tipe PDAM terbesar.

Direktur Utama PDAM Tirta Raharja Rudie Kusmayadi mengakui migrasi tipe tersebut sudah masuk dalam business plan perusahaan yang dipimpinnya, dalam rangka percepatan cakupan pelayanan sampai tahun 2019.

“Kami sampaikan kepada Bapak Bupati Bandung obsesi kami untuk bermigrasi dari PDAM tipe D menjadi tipe E yang merupakan tipe terbesar dari PDAM. Kami targetkan tipe E bisa tercapai pada 2019,” kata Rudie kepada wartawan usai acara puncak peringatan HUT PDAM Tirta Raharja ke-39 di Gedong Sabilulungan, Soreang, Kamis (31/3/16).

Menurutnya migrasi tipe tersebut sesuai dengan Permendagri No 23/2006. Untuk bermigrasi ke tipe E, sebut Rudie, PDAM menargetkan untuk memperluas jaringan pelanggan menjadi 142 ribu sambungan langganan (SL), dari pelanggan saat ini yang mencapai 82.251 SL.

“Kami optimis bisa tercapai target SL tersebut karena tinggal menambah sekitar 18 ribu SL lagi sampai 2019, untuk memenuhi cakupan layanan 100 ribu SL untuk bisa masuk menjadi PDAM bertipe E,” tandasnya.

Konsekuensi dari migrasi ke tipe E ini, imbuh Rudie, pihaknya harus menambah sekitar 100-200 pegawai baru, peningkatan sistem penyediaan air minum (SPAM) untuk menambah kapasitas volume air, penambahan perijinan lahan dan perijinan struktur kelembagaan apakah bentuk lembaganya perumda atau perseroda, termasuk dengan teknologinya.

“Untuk penambahan sumber air baku baru, kita perlukan dana sebesar Rp 279 miliar di sumber mata air Gambung dan Rp 370 miiar dari sumber mata air Kertasari. Pendanaannya nanti multi sumber ada dari APBN, APBD provinsi, APBD Kabupaten Bandung dan dari PDAM Tirta Raharja sendiri,” sebutnya.

Rudie mengungkapkan hingga kini di Indonesia PDAM bertipe E baru ada 12, yang kebanyakan PDAM milik ibukota provinsi.

Menanggapi hal ini Bupati Bandung Dadang M Naser menyatakan Pemkab Bandung mendukung penuh upaya PDAM Tirta Raharja untuk bermigrasi ke tipe E.

“Saya kira banyak peluang untuk pengembangan PDAM Tirta Raharja ini, termasuk untuk bermigrasi ke tipe R saya yakin bisa tercapai karena kita punya cukup banyak sumber air bakunya, dana juga bisa diusahakan, termasuk Pemkab Bandung sudah memberikan penyertaan modal ke PDAM sebesar Rp5 miliar di APBD 2016 ini,” kata bupati.

PDAM Tirta Raharja dibentuk 31 Maret 1977 melalui Perda Kabupaten Bandung No. XVII Tahun 1977. Dalam sejarahnya PDAM INI didirikan tahun 1926 dengan nama Water Leiding Bedrijf, diperuntukkan memenuhi kebutuhan air bersih komunitas Belanda di Cimahi dan Lembang. Hingga pada perkembangannya, di tahun 1977 dibentuk dengan Perda Kabupaten Bandung No. XVII Tahun 1977 dan disahkan dengan Keputusan Gubernur Tingkat I Jawa Barat No.510/H.K/011/SK/77. [iwa]

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]