Bale Bandung

Bupati Ajak Aparat Desa Progresifkan Sadar Lingkungan Hingga RT RW

×

Bupati Ajak Aparat Desa Progresifkan Sadar Lingkungan Hingga RT RW

Sebarkan artikel ini
Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH,S.Ip.,M.Ip didampingi Kadis LH Kab Bandung Asep Kusumah, S. Sos.,M.Si memberi bantuan alat untuk pengelolaan sampah kepada pengelola sampah di desa, saat Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Persampahan di Gedung Moch. Toha Soreang, Kamis (14/12/17). by Humas Pemkab Bdg
Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH,S.Ip.,M.Ip didampingi Kadis LH Kab Bandung Asep Kusumah, S. Sos.,M.Si memberi bantuan alat untuk pengelolaan sampah kepada pengelola sampah di desa, saat Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Persampahan di Gedung Moch. Toha Soreang, Kamis (14/12/17). by Humas Pemkab Bdg

SOREANG – Hingga kini masalah lingkungan jadi sumber bencana di Kabupaten Bandung. Pemerintah secara marathon terus berupaya melakukan berbagai cara untuk penanganannya.

Sebagai upaya aktif dan persuasif dalam meningkatkan kualitas lingkungan, Bupati Bandung H. Dadang M. Naser, SH,S.Ip.,M.Ip menyebutkan berbagai strategi seperti Sabilulungan RAKSA Desa, mendukung Citarum Bersih Indah dan Lestari (Bestari) melalui Program Desa Berbudaya Lingkungan (Ecovillage), Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh), Penyediaan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Reduce Reuse Recycle (3R) dan Bank Sampah.

“Yang harus terus disosialisasi dan diaplikasikan, intinya adalah budaya hidup bersih. Melalui kepedulian akan lingkungan, kita bisa memberdayakan semua pihak. Bahkan Pemkab akan melibatkan Alokasi Dana Perimbangan Desa (ADPD) untuk menangani sampah di tingkat desa,” kata bupati saat memberi arahan terhadap peserta Sosialisasi Kebijakan Pengelolaan Persampahan tahun 2017 di Gedung Moch. Toha Soreang, Kamis (14/12/17).

Di hadapan para aparat desa, Dadang mengajak agar program sadar lingkungan dipromotifkan dan diprogresifkan lagi oleh para kepala esa melalui dana desa (DD), inisiatif Badan Pengurus Desa (BPD), Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), RT/ RW, hingga rumah tangga.

“Pemerintah sudah menggelorakan berbagai program. Melalui sosialisasi kebijakan ini saya harap bisa dirumuskan kebijakan aparat desa untuk pengelolaan persampahan di wilayahnya masing-masing, sehingga bisa langsung diterapkan pada masyarakat. Keuntungannya bukan untuk orang lain, tapi dari pengelolaan sampah yang benar, selain menjaga ekosistem berkelanjutan, sehat, bahkan akan bernilai ekonomis,” ucap bupati.

Ia berharap kesamaan persepsi masyarakat akan penting kesadaran terhadap lingungan, akan menjadi potensi yang bisa dikembangkan untuk menangani persoalan yang disebabkan oleh sampah. “Untuk memperkuat upaya itu ada beberapa intervensi program, juga perlu dilakukan rekayasa sosial di masyarakat mengenai sadar lingkungan. Minimal dikelola di rumah masing-masing, jangan sembarangan,” kata dia.

Untuk lebih menunjang kegiatan pengelolaan sampah di masyarakat, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Asep Kusumah, S. Sos.,M.Si meyakinkan, bahwa aparat desa memiliki kewenangan dalam mengeluarkan kebijakan yang tegas yang nantinya akan menciptakan desa bersih sampah dan sanitasi baik.

“Aparat desa punya kewenangan menyusun kebijakan untuk tegas mengatur pengelolaan sampah, sehingga terbangun kesadaran kolektif untuk mengaplikasikan kebijakan tersebut secara luas,” terang Asep.

Menurutnya kini masyarakat sudah mulai proaktif sadar lingkungan. Sudah banyak kader desa yang mulai tertib sampah. Tapi, tukas Asep, tak sedikit juga yang masih belum sadar terhadap pengelolaan lingkungan.

“Program lain yang juga dilakukan pemerintah melalui DLH yakni Kampung Saber (Sabilulungan Bersih), Satapok, dan Lubang Cerdas Organik (LCO) untuk penganganan sampah organik berbasis rumah tangga,” sebut Asep.

Pada kesempatan tersebut, diberikan juga sejumlah bantuan alat untuk pengelolaan sampah, yakni tempat pembuangan sampah, motor roda 3 untuk pengangkut sampah, gerobak sampah besar dan kecil yang seluruhnya diberikan kepada pengelola sampah di desa.

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]