Kamis, September 29, 2022
BerandaBale BandungBupati Kunjungi Sekolah, Ini Harapan Dadang Supriatna

Bupati Kunjungi Sekolah, Ini Harapan Dadang Supriatna

CIPARAY,balebandung.com – Ratusan siswa SD, SMP maupun para guru dan tenaga pendidikan terlihat antusias menyambut kehadiran Bupati Bandung HM Dadang Supriatna di SMPN 3 Ciparay Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung, Kamis (22/9/2022) siang.

Sejumlah seni tradisional pun menyambut kehadiran orang nomor satu di Kabupaten Bandung tersebut dalam rangka melaksanakan program Buku Sekolah (Bupati Kunjungan ke Sekolah), yang merupakan rangkaian Saba Desa atau Bunga Desa (Bupati Ngamumule Desa) di Desa Mekarlaksana Kecamatan Ciparay Kabupaten Bandung.

Bupati Bandung pun terlihat melakukan interaksi dengan para siswa SD maupun SMP di lingkungan sekolah tersebut. Bupati Dadang Supriatna pun meminta di antara siswa naik ke panggung untuk menyebutkan, tiga muatan lokal program unggulan Bupati Bandung, yakni pendidikan Pancasila dan UUD 1945, pendidikan bahasa dan budaya Sunda, dan program belajar mengaji dan menghafal Al-qur’an.

Bupati Bandung pun meminta di antara siswa SMP menghafalkan atau melantunkan salah satu surat Alquran. Para siswa yang bisa menghafal hal itu langsung diberi hadiah uang tunai, sebagai keberanian tampil di hadapan para siswa dan guru-guru lainnya.

Bupati Bandung juga mengajak komunikasi dengan para guru SD dan SMP, dan PKBM sekolah lainnya terkait berapa jumlah siswa dan rombongan belajar, dan ketersediaan ruang kelas. Selain itu, Bupati Bandung juga bertanya kondisi sanitasi di lingkungan sekolah, apakah sudah sesuai dengan banyaknya siswa.

Ternyata, berdasarkan pengakuan para guru maupun siswa yang hadir saat itu, sanitasi di masing-masing sekolah tidak sesuai dengan jumlah siswa.
Bupati Dadang Supriatna berharap setiap 25 siswa harus ada satu toilet.

“Itu harus terpenuhi. Kalau jumlah siswa 500 orang, berarti jumlah toilet harus 20 toilet. Rata-rata toilet hanya beberapa saja, sehingga di setiap sekolah toilet siswa harus ditambah dan disesuaikan dengan jumlah siswa,” katanya.
Dadang mengatakan, jika di salah satu sekolah ada 18 toilet, artinya kurang dua toilet.

“Pihak sekolah bisa mengusulkan anggaran ke Pemkab Bandung untuk pembuatan pembangunan toilet, termasuk kekurangan ruang kelas bisa mengusulkan. Disaat lahannya sempit, bangunan sekolah bisa ditingkatkan,” katanya.

Bupati Bandung berharap jika prasarana memadai, dapat meningkatkan mutu pendidikan para siswa.

“Saya juga sedang memperjuangkan para tenaga honorer di Kabupaten Bandung, minimal menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (P3K). Hal itu sudah saya sampaikan dalam rapat koordinasi (Rakor) Apkasi (Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia) di Jakarta pada Rabu (21/9/2022), yang dihadiri Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi RI.

“Pokoknya rekrutmen pegawai, jangan sampai berhenti setiap tahunnya. Kita tahu bahwa pegawai yang pensiun pada setiap tahunnya, mencapai 1.200-1.500 pegawai. Kalau tak ada rekrutmen pegawai akan terjadi kekosongan. Jangan sampai di tingkat pemerintahan daerah terjadi kekosongan pegawai dalam peningkatan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.***

BERITA TERKAIT

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img

TERKINI