Bale Kab Bandung

Dadang Naser: ‘Tingkatkan Peran KIM Untuk Munculkan Potensi Daerah’

Bupati Bandung H. Dadang M. Naser saat Sarasehan Pendayagunaan Informasi Publik di Graha Arjasari, Kamis (11/4/19).by Humas Pemkab

ARJASARI, Balebandung.com – Kelompok Informasi Masyarakat (KIM) merupakan kelompok independen yang dibentuk oleh, dari dan untuk masyarakat. Keberadaannya bisa jadi mitra pemerintah daerah, untuk membantu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat.

KIM berkedudukan di kelurahan/desa. Saat ini baru terbentuk 88 kelompok yang tersebar di 22 kecamatan di wilayah Kabupaten Bandung.

Hal tersebut terungkap dalam acara Sarasehan Pendayagunaan Informasi Publik dalam rangka Mewujudkan Sabilulungan Raksa Desa Bandung 1000 Kampung, yang dibuka Bupati Bandung H. Dadang M. Naser di Graha Arjasari Kecamatan Arjasari, Kamis (11/4/19).

Bupati Dadang Naser mengatakan bahwa informasi, selain merupakan kebutuhan pokok untuk pengembangan diri dan sosial, juga merupakan bagian penting ketahanan nasional.

“Memperoleh informasi merupakan hak asasi manusia. Keterbukaan Informasi Publik (KIP), yang sudah diatur dalam Undang-undang Nomor 14 Tahun 2008, adalah salah satu ciri penting negara demokratis yang bertujuan untuk mewujudkan good governance (tata kelola pemerintah yang baik),” ucap bupati dalam sambutannya.

Dirinya menyambut baik diadakannya sarasehan yang digelar Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik (Diskominfo) Kabupaten Bandung tersebut. Kegiatan positif itu diharapkan dapat memberikan pencerahan dan wawasan kepada para peserta, dalam upaya memenuhi kebutuhan informasi publik.

“Sarasehan ini bertujuan agar KIM terus meningkatkan kinerjanya. Selain itu juga untuk meningkatkan sinergitas antara Diskominfo dengan KIM, serta KIM dengan Petugas Pengelola Dokumentasi (PDIP) masing-masing Perangkat Daerah (PD). Terus evaluasi agar masyarakat semakin mudah dan cepat dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan,” tambah dia.

Didatangkannya narasumber dari Kabupaten Bogor, harap Dadang, dapat dijadikan pembelajaran bagi para peserta mengenai tata cara pengemasan informasi. Ia juga berharap para peserta dapat menyerap ilmu bagaimana mengemas informasi dari pemerintah untuk disampaikan kepada rakyat, dan juga sebaliknya, bagaimana menyampaikan aspirasi dan kondisi masyarakat kepada pemerintah

“Kapasitas KIM dalam mengelola informasi yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik daerah masing-masing, saya harap dapat ditingkatkan. Hadirnya KIM ini merupakan wujud peran aktif masyarakat, dalam memunculkan berbagai potensi daerah yang dimilikinya. Terutama dalam rangka mewujudkan Program Bandung 1.000 Kampung,” pungkas Dadang.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close