Bale Bandung

Di Hari Kartini, Ribuan Guru Honorer Deklarasi Dukung Yossi-Aries dan Hasanah

×

Di Hari Kartini, Ribuan Guru Honorer Deklarasi Dukung Yossi-Aries dan Hasanah

Sebarkan artikel ini
Bunda Hasanah Ika Hasanudin yang juga istri Cagub Jabar Tb Hasanudin, saat deklarasi ribuan guru honorer Kota Bandung di kawasan Burangrang, Kota Bandung, Jumat (20/4/18).
Bunda Hasanah Ika Hasanudin yang juga istri Cagub Jabar Tb Hasanudin, saat deklarasi ribuan guru honorer Kota Bandung di kawasan Burangrang, Kota Bandung, Jumat (20/4/18).

BANDUNG – Bertepatan dengan peringatan hari Kartini pada 20 April 2018, ribuan tenaga honorer yang terdiri dari guru, tenaga kesehatan, tenaga administrasi atau Tata Usaha (TU) mendeklarasikan dukungan mereka terhadap pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota Bandung nomor urut 2, Yossi Irianto-Aries Supriatna dan calon Gubernur Jabar Tb Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah).

Deklarasi ribuan guru honorer Kota Bandung yang tergabung dalam Forum Honorer Kategori 2 Indonesia (FHK2I) itu dilakukan pada acara Silaturahmi FHK21 Jawa Barat dengan Bunda Hebring Ineu Purwadewi Sundari yang juga istri calon Wakil Walikota Bandung Aries Supriatna dan Bunda Hasanah Ika Hasanudin yang juga istri calon Gubernur Jawa Barat, Tb Hasanudin di kawasan Burangrang, Kota Bandung, Jumat (20/4/18).

Ketua FHK2I Jawa Barat Iman Supriatna menjelaskan alasan mereka menjatuhkan pilihan kepada pasangan yang memiliki jargon Bandung Hebring itu. Salah satunya, kata Iman, karena sejak awal, Ineu yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD Jawa Barat berkomitmen mendukung perjuangan para guru honorer di Jawa Barat maupun di Kota Bandung.

“Seluruh honorer Kategori 2 di Kota Bandung semua sepakat mendukung dan memenangkan pasangan Hebring di Pilwalkot Bandung dan Hasanah di Pilgub Jabar,” kata Iman mewakili para tenaga honorer yang hadir.

Iman menyebut sedikitnya terdapat 36.900 tenaga honorer yang siap memenangkan pasangan Hebring dan Hasanah. Ia berharap dukungan mereka tersebut dibalas dengan komitmen Hebring dan Hasanah memperjuangkan nasib para tenaga honorer yang belum diangkat menjadi PNS.

“Padahal, kami bersama PNS sama-sama mengabdi untuk pemerintah dan masyarakat.Tapi selama ini nasib honorer seperti tak ada yang memperhatikan. Ini yang membuat kami kecewa. Kami berharap Hebring dan Hasanah lebih tajam lagi memperhatikan tenaga honorer,” ungkapnya.

Seorang guru honorer, Titin (50) bercerita, para tenaga honorer memiliki tugas dan kewajiban yang sama dengan para ASN atau PNS. Namun ketika berbicara penghasilan dan kesejahteraan, kata Titin, kesejahteraan tenaga honorer dan ASN ibarat bumi dan langit.

Ia mencontohkan, para PNS gajinya paling kecil sudah di atas Rp 2 juta. Belum lagi mereka memperoleh dana sertifikasi yang bisa sampai Rp 9 juta per orang.

“Tapi honorer yang sudah S2 saja, hanya dapat Rp 150 ribu saja. Semoga ini bisa jadi pertimbangan pemerintah ke depan. Kami doakan Hebring dan Hasanah menang. Insya Allah, doa kami diijabah karena kami termasuk orang-orang terzolimi,” beber Titin yang sudah menjadi tenaga honorer selama 32 tahun.

Bunda Hebring yang juga Ketua DPRD Jabar Ineu Purwadewi Sundari mengaku akan berupaya memperjuangkan keinginan dan harapan para tenaga honorer tersebut. Ineu mengaku sangat mengapresiasi perjuangan para tenaga honorer yang berhasil mendorong revisi Undang-undang (UU) ASN.

Bunda Hasanah, Ika Hasanudin mengaku akan menyampaikan keluhan para tenaga honorer tersebut kepada suaminya yang juga calon Gubernur Jawa Barat, Tb Hasanudin. Bahkan, ia bertekad akan berdiri paling depan memperjuangkan kesejahteraan para tenaga honorer terutama para guru.

“Saya tidak enak dengan istilah guru honorer. Buat saya, guru adalah guru. Rasanya naif sekali bila negara tidak hadir dalam memberikan kesejahteraan bagi para guru. Saya akan jadi orang pertama yang membisiki suami saya (Hasanudin) untuk memperjuangkan para guru honorer,” kata Ika.

Ika mengaku terenyuh dengan gigihnya para guru honorer yang memperjuangkan kesejahteraannya. Wanita berkulit putih dan berparas cantik tersebut mengaku kerap sedih setiap kali mendengar para guru honorer yang hanya menerima honor sebesar Rp 150 ribu per bulan.

“Guru saya juga sampai sekarang masih honorer. Saya sedih. Saya bisa merasakan betapa ikhlasnya para guru mendidik anak-anak kita. Tanggung jawabnya berat. Guru adalah aset bangsa yang menciptakan karakter anak-anak kita,” tutur Ika. []

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

PASIRJAMBU, balebandung.com – Dinas Pendidikan Kabupaten Bandung bergerak cepat menindaklanjuti keluhan sejumlah orang tua siswa SDN Cisondari 1, Kecamatan Pasirjambu, terkait dugaan pungutan menjelang kegiatan pelepasan siswa kelas VI dan kenaikan kelas. Pengawas SD Kecamatan Pasirjambu Hj. Tati Rohaeti, S.Pd., M.Pd. memastikan seluruh uang yang telanjur terkumpul dari orang tua telah dikembalikan. Sementara kegiatan pelepasan […]

Bale Bandung

CANGKUANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menegaskan program Rumah Layak Huni Baznas (RLHB) menjadi bukti bahwa dana zakat, infak, dan sedekah yang dihimpun Baznas mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat yang membutuhkan. Hal itu disampaikan Ali Syakieb saat meresmikan Rumah Layak Huni Baznas milik Lisna, warga Kampung Nagrak RT 03 RW 02, Desa […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – PD-PKPNU Angkatan XI PCNU Kabupaten Bandung akan dilaksanakan di Pondok Pesantren Mardhotillah, di Kampung Rancabeureum, Desa Sukamulya, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung selama tiga hari, Jumat-Minggu 3-5 Juli 2026. Lokasi pesantren berada di wilayah Desa Sukamulya yang relatif mudah dijangkau dari Jalan Raya Rancaekek-Majalaya. Kemudian cari arah Jalan Rancabeureum, jika dari Dangdeur Rancaekek […]

Bale Bandung

MAJALAYA, balebandung.com – Taufik Hidayat (TH), tersangka pelaku penyekapan dan penganiayaan terhadap Yuvita (29), warga Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, akhirnya berhasil diamankan aparat kepolisian di wilayah Majalaya, Kabupaten Bandung. Penangkapan tersebut menjadi perkembangan terbaru dari kasus yang menyita perhatian publik setelah Yunita ditemukan dalam kondisi luka berat dan harus menjalani perawatan intensif di RSUP Dr. […]

Bale Bandung

MARGAHAYU, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mulai menyiapkan langkah jangka panjang untuk mengatasi banjir tahunan, khusunya yang melanda Kecamatan Bojongsoang. Selain pembangunan infrastruktur pengendali banjir, Pemkab Bandung juga membuka opsi relokasi warga yang selama ini tinggal di wilayah langganan genangan. Menariknya, proses penanganan banjir tersebut akan melibatkan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat dan Kejaksaan Negeri Kabupaten […]

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Minat calon peserta mengikuti Pendidikan Dasar-Pendidikan Kader Penggerak Nahdlatul Ulama (PD-PKPNU) Angkatan XI PCNU Kabupaten Bandung terus meningkat. Hingga saat ini, jumlah peserta yang mendaftar melalui aplikasi Siskader NU telah mencapai 100 orang. Ketua Panitia PD-PKPNU Angkatan XI-Rancaekek, Aan Aliyudin mengatakan, angka tersebut menunjukkan tingginya antusiasme dan warga Nahdliyin untuk mengikuti kaderisasi […]