Bale Bisnis

Jumlah Responden Ditambah, OJK Jabar Berharap SNLIK 2026 Makin Akurat Gambarkan ILIK

×

Jumlah Responden Ditambah, OJK Jabar Berharap SNLIK 2026 Makin Akurat Gambarkan ILIK

Sebarkan artikel ini

BANDUNG, balebandung.com – Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 diharapkan dapat menggambarkan lebih akurat capaian literasi dan inklusi keuangan masyarakat Indonesia, khususnya di Jawa Barat.

Hal itu disampaikan Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat, Yuzirwan saat Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) Tahun 2026 bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, di Kantor BPS Jabar, Selasa 13 Januari 2025.

Yuzirwan mengatakan Rakorda ini sebagai langkah strategis untuk memastikan kesiapan teknis, keselarasan kebijakan, dan efektivitas pelaksanaan survei secara menyeluruh di wilayah Jabar.

“SNLIK Tahun 2026 diharapkan dapat menjadi instrumen pengukuran indeks literasi dan inklusi keuangan yang lebih menyeluruh dengan adanya penambahan jumlah responden di Jawa Barat di mana jumlah sampel anggota rumah tangga bertambah dari 630 menjadi 3.210. ” ucap Yuzirwan.

Lebih dari itu pihaknya pun berharap hasil SNLIK dapat mendekati target indeks literasi dan inklusi keuangan tahun 2029, yang mencapai 69,35 persen dan 93 persen.

Pelaksana Tugas Kepala BPS Provinsi Jawa Barat Darwis Sitorus berharap melalui Rakorda ini, pelaksanaan SNLIK 2026 dapat lebih baik dengan tetap menjaga standar dan kualitas yang tinggi.

“Kami harapkan para petugas dari tim teknis, tim administrasi, dan Tim FASIH SNLIK 2026 tetap semangat dan optimal melakukan pendataan lapangan, pengawasan, pemeriksaan data, serta meningkatkan koordinasi dengan stakeholder terkait di tingkat provinsi dan kabupaten/kota, agar SNLIK 2026 berkualitas tinggi,” ucap Darwis.

Rakorda ini berfungsi sebagai forum koordinasi awal antara OJK serta BPS di tingkat provinsi dan kabupaten/kota untuk menyelaraskan rencana kerja, metodologi, dan dukungan operasional.

Selanjutnya, pada tanggal 19–21 Januari 2026 akan dilakukan pelatihan gelombang kedua bagi seluruh Petugas Pemeriksaan Lapangan (PML) dan Petugas Pendataan Lapangan (PPL) se-Provinsi Jawa Barat. Pelatihan ini guna memperkuat kompetensi teknis, standardisasi prosedur, serta kepatuhan terhadap kode etik penyelenggaraan survei.

Sebagaimana diketahui, Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan 2025 masing-masing tercatat sebesar 66,46 persen dan 80,51 persen. Sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJMN) Tahun 2025–2045, target indeks literasi dan inklusi keuangan ditetapkan menjadi 69,35 persen dan 93 persen pada tahun 2029.

Untuk mencapai target tersebut, diperlukan pelaksanaan kegiatan edukasi, literasi, dan inklusi keuangan yang intensif dan terarah. Guna mendukung pemetaan sasaran pelaksanaan kegiatan, maka diperlukan Indeks Literasi dan Inklusi hingga level daerah.

Berkat kerja sama dengan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), indeks daerah dapat dihasilkan melalui penambahan sampel SNLIK Tahun 2026 secara signifikan. Di Provinsi Jawa Barat, jumlah sampel anggota rumah tangga bertambah dari 630 menjadi 3.210.

Indeks Literasi dan Inklusi Keuangan level daerah yang dihasilkan SNLIK Tahun 2026 akan menjadi dasar pertimbangan dalam perumusan dan penyempurnaan program OJK. Termasuk Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dan inisiatif Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD), agar semakin selaras dengan karakteristik sosial-ekonomi masyarakat di masing-masing kabupaten/kota di Jawa Barat.***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com — Kabupaten Bandung menjadi salah satu pusat pembiayaan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Jawa Barat. Hingga Juni 2026, penyaluran kredit UMKM di daerah ini mencapai Rp13,18 triliun, menempatkannya di jajaran lima wilayah dengan kredit UMKM terbesar di Jawa Barat. Data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Barat mencatat total outstanding kredit […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com – Industri konstruksi didorong tidak hanya mengejar kekuatan dan fungsi bangunan, tetapi juga menekan jejak karbon sejak tahap desain hingga pemilihan material. PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG), mendorong inovasi material bangunan rendah karbon sebagai bagian dari upaya mempercepat penerapan konstruksi berkelanjutan di Indonesia. Dorongan tersebut […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com — Aktivitas masyarakat Jawa Barat di sektor keuangan terus meningkat. Hingga Juni 2026, jumlah investor pasar modal di Jawa Barat mencapai 5,78 juta Single Investor Identification (SID), setara 20,02 persen dari total investor nasional. Angka tersebut menempatkan Jawa Barat sebagai provinsi dengan jumlah investor terbesar di Indonesia. Tingginya jumlah investor tersebut berjalan beriringan […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) sesuai dengan Keputusan Anggota Dewan Komisioner OJK Nomor KEP-64/D.03/2026 tanggal 1 September 2026 tentang Pencabutan Izin Usaha PT Bank Perekonomian Rakyat Syariah Gaido Indonesia, mencabut izin usaha BPR Syariah Gaido Indonesia yang beralamat di Jalan Raya Bandung Nomor 75, Sadewata, Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat. Pencabutan […]

Bale Bisnis

BANDUNG, balebandung.com – Pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Patuha Unit 2 mencatat satu juta jam kerja selamat (one million safe man-hours) tanpa kecelakaan kerja yang mengakibatkan fatality. Capaian tersebut diraih PT Geo Dipa Energi (Persero) pada 14 Juli 2026, saat progres konstruksi proyek mencapai 75,43 persen. Capaian keselamatan kerja tersebut diapresiasi Geo Dipa Energi […]

Bale Bisnis

JAKARTA, balebandung.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat jumlah investor pasar modal Indonesia terus melonjak sepanjang 2026. Hingga akhir Juli, jumlah investor telah mencapai 30,06 juta, bertambah sekitar 1,10 juta investor baru dalam sebulan dan tumbuh 47,63 persen secara year to date (ytd). Peningkatan tersebut menjadi salah satu indikator menguatnya partisipasi masyarakat di pasar modal […]