SOREANG, balebandung.com – Rapat Kerja (Raker) PC Fatayat NU Kabupaten Bandung Masa Khidmat 2025–2030 tidak hanya menjadi forum penyusunan program kerja, tetapi juga momentum penguatan nilai-nilai perjuangan organisasi.
Hal tersebut disampaikan Ketua BAZNAS Kabupaten Bandung, KH. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., saat memberikan sambutan Rakercab Fatayat Kabupaten Bandung di Gedung Moh. Toha Soreang, Minggu (31/5/2026).
Dalam pesannya, KH. Yusuf mengajak seluruh kader Fatayat NU menjadikan spirit Sa’i sebagai landasan dalam menjalankan program dan pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, ibadah Sa’i yang dilakukan jutaan umat Islam setiap tahun berawal dari perjuangan seorang perempuan mulia, Siti Hajar, yang berusaha mencari air bagi putranya, Nabi Ismail AS.
“Siti Hajar mengajarkan kepada kita bahwa keberhasilan tidak datang secara instan. Beliau terus bergerak, terus berikhtiar, dan tidak menyerah meskipun secara kasat mata belum melihat hasil dari usahanya,” ungkapnya.
Ia menegaskan bahwa nilai utama yang perlu diteladani dari Siti Hajar adalah perpaduan antara kegigihan dalam berusaha dan keteguhan iman kepada Allah SWT. Dari perjuangan itulah Allah menghadirkan mukjizat Air Zamzam yang keberkahannya terus dirasakan hingga sekarang.
Menurut KH. Yusuf, Fatayat NU sebagai organisasi perempuan muda Nahdlatul Ulama memiliki peran penting dalam membangun keluarga, memperkuat pendidikan, memberdayakan perempuan, dan melayani masyarakat. Karena itu, setiap program yang dirancang dalam Raker harus dibangun di atas semangat kerja keras, konsistensi, dan optimisme.
“Jangan pernah lelah berbuat baik hanya karena hasilnya belum terlihat. Perjuangan Siti Hajar mengajarkan bahwa Allah melihat proses dan kesungguhan hamba-Nya. Dari ikhtiar yang terus dilakukan itulah lahir keberkahan dan perubahan besar,” katanya.
Ia berharap Raker Fatayat NU Kabupaten Bandung mampu menghasilkan program-program yang responsif terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus memperkuat peran organisasi dalam mewujudkan kemaslahatan umat.
Melalui semangat Sa’i yang diwariskan Siti Hajar, Fatayat NU diharapkan semakin kokoh menjadi organisasi yang aktif bergerak, dekat dengan masyarakat, dan konsisten menghadirkan manfaat bagi sesama.***







