Bale Kab BandungEkonomi

Koperasi Era 4.0 Sasar Kaum Milenial

KAdis KUKM Cakra Amiyana (kanan) saat Ngawangkong Bari Ngopi di Taman Uncal Soreang, Jumat (26/7). by iwa/bbcom

SOREANG, Balebandung.com – Di era revolusi industri 4.0, koperasi dituntut untuk lebih digital. Salah satunya guna merangkul kaum milenial agar lebih tertarik berkoperasi. Digitalisasi koperasi merupakan keniscayaan, sebab kalau tidak, generasi muda tidak akan berminat masuk koperasi dan koperasi sendiri akan terus ditinggalkan.

“Strateginya bagaimana agar koperasi ini bisa masuk ke gadget anak jaman now. Memadukan konsep ketokohan dan inovasi dari generasi milenial, ini tantangan kita ke depan,” kata Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kab Bandung Cakra Amiyana saat kegiatan ‘Ngawangkong Bari Ngopi’ di Taman Uncal Pemkab Bandung di Soreang, Jumat (26/5/19).

Untuk itu pihaknya akan berupaya menggelar pelatihan-pelatihan digitalisasi atau pemanfaatan IT seperti input data Online Single Submission (OSS), dan Online Data System (ODS), termasuk penggunaan medsos agar koperasi bisa mengikuti perkembangan jaman.

“Lebih dari itu untuk rapat anggota tahunan (RAT) pun nantinya bisa dilakukan secara online meskipun tidak anggota koperasi perlu berkumpul di suatu tempat,” imbuh Ami.

Sementara itu Sekretaris Kementerian Koperasi dan UKM Rully Indrawan mengungkapkan, koperasi Indonesia harus memiliki kesiapan dan bekal sumber daya yang handal yang didasari tekad untuk siap berubah dalam mensikapi tantangan kekinian. Terutama untuk menyongsong era digitalisasi dan Artifisial Intelegence (AI) atau era Revolusi Industri 4.0.

Tantangan baru yang dihadapi dunia perkoperasian, kata Rully, bukan sekadar mengubah cara berbisnis dengan memanfaatkan perkembangan teknologi informasi, namun juga menyangkut persoalan mindset dan juga perubahan dalam sistem tata kelola.

“Untuk itu, koperasi harus melakukan reformasi total terhadap sistem kepranataan yang sudah berjalan selama ini”, tandas Rully saat Peringatan Hari Koperasi ke-72, di Gedung Sabilulungan, Soreang, Jumat (26/7/19).

Menurut Rully, hal itu dilaksanakan untuk mendorong koperasi dapat beradaptasi dan bertransformasi dalam menghadapi lingkungan yang senantiasa berjalan dinamis. Dijelaskannya, insan koperasi disiapkan untuk mempunyai kreativitas dan inovasi yang tinggi untuk menata organisasi dan strategi bisnisnya.

“Karenanya koperasi harus memanfaatkan teknologi digital dengan menggunakan platform e-Commerce, aplikasi retail online dan pengembangan aplikasi-aplikasi bisnis lainnya,” urai Rully.

Rully berharap, gerakan Koperasi dapat merangkul generasi milenial yang saat ini jumlahnya mencapai sepertiga dari total penduduk Indonesia.***

Tags

Baca Juga

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close