Bale Bandung

Si Jalak Harupat (5): Ketika Bandung Sedang Mendidih

×

Si Jalak Harupat (5): Ketika Bandung Sedang Mendidih

Sebarkan artikel ini

balebandung.com – Bandung tidak lagi sama seperti ketika Oto pertama kali datang sebagai pelajar. Kota itu tumbuh cepat. Gedung-gedung baru bermunculan. Jalan-jalan mulai ramai oleh kendaraan. Surat kabar terbit hampir setiap hari membawa kabar dari berbagai penjuru Hindia Belanda. Di warung kopi, kantor organisasi, hingga beranda rumah para aktivis, orang-orang membicarakan hal yang sama: perubahan.

Oto merasakan perubahan itu secara langsung.

Hampir setiap minggu ia menghadiri rapat, diskusi, atau pertemuan organisasi. Kadang berlangsung di Bandung, kadang di luar kota. Lingkaran pergaulannya semakin luas. Ia mulai mengenal wartawan, guru, aktivis, hingga tokoh-tokoh pergerakan dari berbagai daerah.

Banyak di antara mereka memiliki latar belakang berbeda. Ada yang berasal dari kalangan bangsawan, ada yang tumbuh dari keluarga sederhana. Ada yang bergerak melalui pendidikan, ada yang memilih jalur politik. Namun mereka dipertemukan oleh kegelisahan yang sama: mengapa bumiputra selalu berada di posisi paling bawah di negeri sendiri?

Di tengah suasana seperti itu, kemampuan Oto berbicara menjadi semakin terasah.

Ia bukan tipe orator yang suka menggelegar. Ia juga bukan tokoh yang gemar menggunakan kata-kata rumit. Kekuatan Oto justru terletak pada kemampuannya menyampaikan persoalan dengan bahasa yang mudah dipahami.

Orang-orang mulai menunggu ketika ia berdiri untuk berbicara.

Di berbagai forum, Oto sering mengangkat persoalan pendidikan. Menurutnya, kemajuan masyarakat tidak mungkin dicapai jika rakyat terus dibiarkan tertinggal. Sekolah bukan hanya tempat mencari pekerjaan, tetapi tempat membangun harga diri.

Pandangan itu mendapat sambutan luas, terutama di kalangan generasi muda Sunda.

Pada masa yang sama, surat kabar bumiputra berkembang pesat. Tulisan-tulisan tentang pendidikan, politik, dan masa depan Hindia Belanda semakin sering muncul. Nama Oto mulai beberapa kali disebut dalam pemberitaan organisasi dan pergerakan.

Tanpa disadarinya, lingkaran pengaruhnya semakin besar.

Bagi sebagian orang, ia adalah guru. Bagi yang lain, ia adalah aktivis organisasi. Namun bagi banyak anak muda Sunda, Oto mulai dilihat sebagai contoh bahwa kaum bumiputra bisa berbicara setara dengan siapa pun.

Semakin besar pengaruhnya, semakin sering pula pemerintah kolonial memperhatikan gerak-geriknya. Namun Oto tidak terlalu memikirkan itu.

Perhatiannya tertuju pada satu hal: bagaimana membuat masyarakatnya lebih percaya pada kemampuan mereka sendiri.

Di tengah Bandung yang sedang mendidih oleh gagasan-gagasan baru, Oto perlahan menemukan tempatnya. Ia bukan lagi sekadar guru. Ia mulai berubah menjadi pemimpin.***bersambung

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

RANCAEKEK, balebandung.com – Pimpinan Anak Cabang (PAC) Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kecamatan Rancaekek Kabupaten Bandung menggelar Konferensi Anak Cabang (Konfercab) di Pondok Pesantren Miftahul Khoer, Desa Sukamanah, Kecamatan Rancaekek, Sabtu 13 Juni 2026. Konferensi tersebut menjadi forum tertinggi organisasi di tingkat kecamatan untuk mengevaluasi pelaksanaan program kerja sekaligus menyiapkan regenerasi kepemimpinan kader IPNU di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) melepas ratusan peserta Bapenda Bedas Run di Lapangan Upakarti Soreang, Sabtu, 13 Juni 2026. Kegiatan yang diikui 500 runners dan mengusung tagline “Lunas Pajaknya, Happy Larinya” itu digelar sebagai bagian dari sosialisasi Opsen Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) dan Opsen Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB). Dalam kesempatan […]

Bale Bandung

DAYEUHKOLOT, balebandung.com – Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS) meninjau sejumlah titik rawan banjir di wilayah Kecamatan Dayeuhkolot dan Baleendah, Jumat (12/6/2026). Dari hasil peninjauan tersebut, Bupati Bandung menyiapkan sejumlah langkah percepatan penanganan banjir, mulai dari pembangunan drainase baru, normalisasi sungai, hingga penguatan kolaborasi pentahelix. Bupati KDS menyebut ada tiga titik yang menjadi fokus penanganan. […]

Bale Bandung

CICALENGKA, balebandung.com — Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono meresmikan Jembatan Merah Putih Presisi di Kampung Pamoyanan RT 01 RW 04, Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Kamis 11 Juni 2026. Kehadiran jembatan tersebut diharapkan mempermudah mobilitas warga sekaligus memperkuat akses sosial dan ekonomi masyarakat setempat. Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono mengatakan pembangunan dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com — Dadang Supriatna kembali dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Bandung untuk periode 2026-2031. Selain itu terpilih pula Sekretaris DPC PKB Kabupaten Bandung sebagai Sekretaris dan Bendahara Dudui Mustofa. Pengukuhan tersebut menandai berlanjutnya kepemimpinan Kang Dadang Supriatna (KDS) dalam memimpin partai berlambang bola dunia itu di Kabupaten […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com — Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Bandung KH Agus Ahmad Qustholany melantik pengurus 11 Pengurus Ranting Nahdlatul Ulama (PRNU) se-Kecamatan Kutawaringin masa khidmat 2026-2031 di Aula Kecamatan Kutawaringin, Rabu, 10 Juni 2026. Pelantikan tersebut menjadi momentum konsolidasi organisasi Nahdlatul Ulama di tingkat akar rumput untuk memperkuat peran keagamaan, sosial, pendidikan, dan […]