Bale Bandung

Syarikat Islam Serukan Gerakan Nasional Anti Islamophobia

×

Syarikat Islam Serukan Gerakan Nasional Anti Islamophobia

Sebarkan artikel ini
Sekretaris Panitia Deklarasi Gerakan Nasional Anti Islamophobia H. Ayi Setiadi. by bb2/bbcom.

BOJONGSOANG, balebandung.com – Sekretaris Panitia Deklarasi Gerakan Nasional Anti Islamophobia H. Ayi Setiadi mengatakan, Syarikat Islam bersama ormas-ormas Islam tingkat Jawa Barat mengajak kepada kaum muslimin dan muslimat untuk bersatu padu mendukung gerakan nasional anti Islamophobia.

“Sebagaimana yang telah diterbitkan oleh PBB pada 15 Maret 2022 tentang Hari Anti Islamophobia Internasional. Ini perlu kita respon, agar ke depan tidak ada lagi mencitraburukan terhadap Islam dan simbol-simbol Islam sehingga ke depannya tercipta kedamaian,” kata Ayi Setiadi kepada wartawan di Bojongsoang, Kabupaten Bandung, Selasa (2/8/2022).

Sementara deklarasi gerakan nasional anti Islamophobia sudah dilaksanakan di In Door Si Jalak Harupat Kecamatan Kutawaringin Kabupaten Bandung, Minggu (31/7/2022). Pelaksanaan deklarasi itu turut dihadiri Majelis Ulama Indonesia, Pimpinan Pusat/Lajnah Tanfidziah Syarikat Islam, pegiat Gerakan Nasional Anti Islamophobia, dan pihak lainnya.

“Kita berharap gerakan ini diikuti oleh yang lainnya, bahkan kita mendesak kepada Presiden dan DPR RI, untuk segera mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) Anti Islamophobia. Kita arahnya ke sana,” ujar Ayi.

Ia mengatakan, bahwa umat Islam yang besar ini, ternyata tertindas oleh minoritas. “Seperti yang kita saksikan bersama hari ini, misalnya ada stigma negatif terhadap Islam. Bahwa Islam itu radikal, bahwa Islam itu intoleran, Islam itu ekstrimis dan lain sebagainya. Hal itu perlu adanya konter teujarnrhadap itu semua,” ungkapnya.

Untuk itu, Ayi mengungkapkan, lahirnya RUU tersebut sangat diharapkan. “Bagaimana ke depan tidak ada lagi, tudingan-tudingan miring terhadap Islam maupun kaum muslimin,” ya.

Ayi pun mendorong kepada DPR RI untuk mengkaji dan merundingkan hal itu masuk ke Prolegnas, dan menjadi prioritas. “Bagaimana agar Rancangan Undang-undang Anti Islamophobia ini segera dibahas di DPR RI dengan melibatkan semua unsur untuk menyempurnakan hal ini,” tuturnya.

Ia pun memohon doa, bahwa Syarikat Islam sebagai ormas yang lebih dulu hadir di publik, bersama ormas Islam lainnya, yang saat ini sedang merumuskan naskah akademik Rancangan Undang-Undang Anti Islamophobia.

“Mudah-mudahan akhir 2022 ini, kita mendorong secepatnya Rancangan Undang-undang ini masuk pada pembahasan di DPR RI,” harapnya.

Terkait dengan adanya percepatan pembahasan RUU tersebut, kata dia, Syarikat Islam sebagai presidium dan leading sector-nya dengan dibentuknya deklarasi anti Islamophobia.

Ia pun mencoba hal ini digulirkan di masyarakat, dan masyarakat pun berharap care terhadap persoalan tersebut. Mengingat pembahasan RUU ini sudah masuk tingkat nasional.

“Persoalan ini bukan segelintir elit, tapi kepentingan semua umat Islam. Bagaimana umat Islam terjun dan ikut serta dalam mengolkan RUU ini,” katanya.

Ia pun menjelaskan terkait dengan Islamphobia itu adalah ketakutan yang berlebihan terhadap ajaran Islam itu sendiri.

“Kalau umat non-muslim takut, ya wajar. Ini orang Islam takut pada ajarannya, misalnya ada orang yang berjanggot disebut teroris. Bercadar takut karena disebut istri teroris. Jadi ketika kita akan melaksanakan keberagamaan kita, karena ada stigma negatif dari luar itu sehingga menimbulkan ketakutan. Takut melaksanakan ajaran Islam itu sendiri. Kalau bisa hapuskan Islamophobia di Indonesia,” tuturnya. ***

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan peningkatan kualitas pelayanan kesehatan tidak cukup hanya dengan membangun fasilitas, melengkapi teknologi maupun menyediakan obat-obatan. Menurutnya, kualitas pelayanan pada akhirnya sangat ditentukan oleh sumber daya manusia (SDM) yang berhadapan langsung dengan masyarakat. Hal itu disampaikan Bupati Kang Dadang Supriatana (KDS) saat menjadi narasumber Akademi SDMK Hebat Seri […]

Bale Bandung

KUTAWARINGIN, balebandung.com – Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir meninjau kesiapan Stadion Si Jalak Harupat (SJH), Kabupaten Bandung sebagai salah satu venue FIFA Asian Cup 2026, Kamis (24/9/2026). Dalam kunjungannya ke Si Jalak Harupat, Erick Thohir disambut langsung oleh Bupati Bandung Kang Dadang Supriatna (KDS), didampingi Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto dan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung mendorong Persatuan Pencak Silat Indonesia (PPSI) untuk semakin memperkuat pembinaan pencak silat sebagai olahraga masyarakat sekaligus bagian dari pelestarian seni dan budaya daerah. Hal tersebut disampaikan Bupati Bandung, Dadang Supriatna atau yang lebih akrab disapa KDS saat menghadiri Pelantikan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PPSI Kabupaten Bandung periode 2026–2031 di […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Pemerintah Kabupaten Bandung melaksanakan Upacara Peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS) ke-43 sekaligus membuka secara resmi Pekan Olahraga Pemerintah Kabupaten Bandung (PORPEMKAB) Tahun 2026 di GOR Indoor Si Jalak Harupat, Kabupaten Bandung, Rabu (23/9/2026). Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mendorong budaya hidup aktif dan bugar sekaligus memperkuat kebersamaan, sportivitas, dan silaturahmi di lingkungan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna (KDS) menyatakan Pemerintah Kabupaten Bandung mendukung pelaksanaan fungsi pembentukan peraturan daerah yang dilakukan DPRD melalui Raperda prakarsa DPRD. Namun, pembahasan regulasi tersebut diminta tidak berhenti pada pemenuhan aspek formal dan yuridis, melainkan harus responsif terhadap kebutuhan masyarakat dan dapat diterapkan. Pernyataan tersebut disampaikan KDS dalam Rapat Paripurna DPRD […]

Bale Bandung

2025 Hanya 46,85 Persen, Pemeriksaan 2024 Temukan 41 Bangunan Belum Ber-PBG dengan Potensi Retribusi Rp318,5 Juta SOREANG, balebandung.com – Retribusi Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) menjadi salah satu titik lemah penerimaan daerah yang bersumber dari Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Bandung. Pada 2025, realisasi retribusi PBG hanya mencapai 46,85 persen dari target, jauh […]