Bale Bandung

Gamelan Embah Bandong Goong Renteng

×

Gamelan Embah Bandong Goong Renteng

Sebarkan artikel ini
Goong Renteng&Gamelan Embah Bandong. by Komunitas Aleut
Goong Renteng&Gamelan Embah Bandong. by Komunitas Aleut
Goong Renteng&Gamelan Embah Bandong. by Komunitas Aleut

ARJASARI – Jaman baheula anu nyakrawati ngabahu denda di nagara Tanjungwangi atau yang sekarang dikenal Desa Lebakwangi, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, tersebutlah nama Embah Panggungjayadikusumah. Oleh masyarakat Lebakwangi kini biasa disebut Embah Dalem Andayasakti sebab makamnya ada di Gunung Anday.

Suatu saat, diiringi empat pengawalnya yaitu Embah Lurah Sutadikusumah, Embah Wira Sutadikusumah, Embah Patrakusumah, dan Embah Aji Kalangsumitra, Embah Panggungjayadikusumah sengaja menyusuri perkampungan. Begitu tiba di satu tempat, Embah Panggungjayadikusumah merasa heran melihat timbunan tanah yang mencurigakan.

Karena penasaran, kemudian ia memerintahkan kepala kampung agar mengerahkan rakyatnya untuk menggali timbunan tanah itu. Dipimpin kepala kampung dan para pengawal, tak perlu lama semua rakyat pun sudah menggali tanah. Karena tanahna keras dan tampaknya harus dalam menggalinya, pekerjaan pun tidak beres dalam sehari. Bahkan sampai beberapa hari. Sekitar dua-tiga hari mereka terus menggali.

Gamelan Embah Bandong. by Agus Tarmana
Gamelan Embah Bandong. by Agus Tarmana

Tumpukan barang yang mulanya tak ada yang mengetahui karena tertanam di dalam tanah yang dalam, kini makin lama makin jelas. Ketika ditelisik ternyata barang itu tampak seperti seperangkat gamelan. Siapa atuh yang mengubur gamelan itu dan apa maksudnya? Tak seorang pun bisa menjawab.

Mulanya dibiarkan begitu saja dulu, siapa tahu ada warga sekitar yang mengaku dirinyalah yang mengubur gamelan dengan maksud agar suara gamelan jadi bagus dan merdu (agem). Tapi da ini mah nggak ada yang ngaku. Apalagi melihat tanahnya yang melekat membungkus gamelan, sepertinya bukan dalam jangka waktu yang singkat gamelan itu tertimbun. Bisa puluhan bahkan ratusan tahun. Dari bekas galian itu pula, lama kelamaan keluar air yang sanga jernih, yang kini jadi hulu air Cilurung.

Karena tak seorang pun yang mengaku memiliki gamelan itu, seluruh rakyat sepakat untuk mengurus gamelan itu dengan direstui Embah Panggungjayadikusumah selaku penguasa negara Lebakwangi atau Tanjungwangi.

Seperti diduga sebelumnya, benar saja gamelan itu sudah tertimbun di dalam tanah. Soalnya waktu dibersihkan juga tidak beres sehari dua hari. Tapi menghabiskan waktu sampai bulanan. Sampai dua bulan lah. Setelah dibersihkan, jelas sudah sekarang mah, gamelan itu terbuat dari perunggu yang kondisinya masih tampak utuh tidak rusak. Begitu coba ditabuh, euleuh gening meni agem, terdengar merdu. Apalagi kalau ditabuh dalam laras pelog mah, berasa pisan sakralnya teh.

Embah Panggungjayadikusumah merasa berminat gamelan ini dijadikan perkusi yang mandiri di negara Tanjungwangi atau Kabuyutan Lebakwangi. Malah diberi nama segala, disebutnya Gamelan Embah Bandong. Kenapa diberi nama Embah Bandong, alasannya setelah melihat barang pokoknya, yaitu dua goong besar berdampingan yang disebut Goong Renteng. Kan kalau kata ahli bahasa mah, ditilik secara etimologi atau asal-usul kata, kata bandong berarti ngabandung atau berdampingan. Analoginya diambil dari kata perahu bandong, yaitu dua perahu yang berdampingan.

Sejak itulah, Gamelan Embah Bandong mulai ditabuh untuk keperluan rupa-rupa acara yang digelar di negara Tanjungwangi yang kini dikenal Kabuyutan Bumi Alit Lebakwangi. Tapi kini Gamelan Embah Bandong tak bisa ditabuh sembarangan sebagaimana layaknya gamelan biasa. Gamelan ini ditabuh pada saat-saat tertentu. Yang pastinya mah setahun sekali tiap tanggal 12 Maulud, dikaitkan dengan tradisi memperingati kelahiran Nabi.

Selain untuk ditabuh, pada waktu itu Gamelan Embah Bandong dibersihkan oleh warga keturunan Lebakwangi-Batukarut yang dikenal dengan nama upacara ngebakeun (memandikan). Ada yang menyebutkan gamelan ini pernah dipakai di acara-acara resmi pemerintahan seperti saat pelantikan Bupati Bandung, dari sejak jaman Tumenggung Wiraangun-angun sampai ke masa Rd Tumenggung Wiranatakusumah VI. (Aom Male).

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Ketua Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Bandung, KH. Dr. Yusuf Ali Tantowi, Lc., M.A., menyampaikan khutbah Jumat di Masjid Al-Fathu, Soreang Jumat (6/11/2026). Dalam khutbahnya, ia mengajak jamaah memahami hakikat keberuntungan dan kesuksesan hidup berdasarkan tuntunan Al-Qur’an. Mengangkat Surah Al-‘Ashr dan Surah Al-Mu’minun ayat 1–10, ia menjelaskan bahwa kesuksesan sejati tidak […]

Bale Bandung

SOREANG, balebadung.com – Bupati Bandung, Dadang Supriatna (KDS) meminta Galih Hendrawan yang terpilih sebagai Ketua DPC APDESI Merah Putih Kabupaten Bandung periode 2026–2031 untuk merangkul seluruh kepala desa dan menjaga soliditas organisasi. Kepemimpinan baru ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara pemerintah desa dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kabupaten Bandung. Pesan tersebut disampaikan KDS seusai […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Kepala Desa Tegalluar, Kecamatan Bojongsoang Kabupaten Bandung, Galih Hendrawan, terpilih sebagai Ketua DPC Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia Merah Putih (APDESI MP) Kabupaten Bandung periode 2026–2031. Galih meraih kemenangan telak dalam Musyawarah Cabang (Muscab) VI yang digelar di Gedung Moh. Toha, Soreang, Jumat (6/11/2026). Berdasarkan hasil rekapitulasi dan penghitungan suara, Galih yang […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menegaskan komitmen negara untuk memenuhi seluruh hak keluarga prajurit yang gugur saat menjalankan tugas penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Komitmen tersebut disampaikan Agus saat menjadi Inspektur Upacara (Irup) pemakaman militer Letkol Cpn Anumerta Dudi Firmansyah di Taman Makam Pahlawan (TMP) Bandung, Kamis (5/11/2026). Agus menyebut […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna mengukuhkan kepengurusan Forum Kabupaten Bandung Sehat (FKBS) periode 2026–2030 sekaligus menghadiri rapat koordinasi bersama jajaran pengurus dan pemangku kepentingan terkait, di Gedung M Toha Soreang, Kamis (5/11/2026). Dalam sambutannya, KDS menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus FKBS yang telah dikukuhkan. Ia menegaskan pembangunan Kabupaten Sehat tidak dapat hanya […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com – Perkembangan pasar modal Indonesia belakangan ini menjadi perhatian publik, terutama setelah munculnya berbagai isu terkait Morgan Stanley Capital International (MSCI) dan pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Dinamika tersebut tidak hanya menjadi perhatian investor, tetapi juga memunculkan pertanyaan mengenai kondisi ekonomi nasional dan dampaknya terhadap kehidupan masyarakat. Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis […]