Bale Bandung

Politisi Hanura yang Lahir dari Keluarga Sukarnois

×

Politisi Hanura yang Lahir dari Keluarga Sukarnois

Sebarkan artikel ini
darus2
Anggota DPR RI Dapil Jabar II H Dadang Rusdiana, SE,M.Si

Sering dikenalkan dengan buku-buku tentang Sang Proklamator Ir. Soekarno oleh sang kakek, membuat Anggota DPR RI Dapil Jabar II H Dadang Rusdiana, SE,M.Si, mulai jatuh cinta pada diplomat dan politisi.

“Sudah dari kecil saya dikasih asupan buku-buku diplomat dan politisi, membuat saya ingin menjadi seorang diplomat atau politisi dengan kemampuan retorika tinggi adalah impian yang selalu diidam-idamkan. Tentunya karena pengaruh asuhan kakek yang sangat Sukarnois, di samping darah aktivis yang diwariskan ayahanda, yang aktivis GMNI di Publisistik UNPAD,” tutur Dadang.

Sebelumnya Dadang Rusdiana pernah mencalonkan diri sebagai calon Wakil Bupati Bandung pada Pilkada Kabupaten Bandung 2010 yang diusung Partai Keadilan Sejahtera dengan pasanganya Ridho Budiman Utama dari PKS. Makanya, sebagai tokoh politik yang berpengalaman, Kang Darus, sapaan akrab Dadang Rusdiana, mendapat kepercayaan di tahun 2014 dari Ketua Umum Partai Hanura H. Wiranto untuk menjadi Caleg DPR RI dari Dapil Jabar II (Kab Bandung-Kab Bandung Barat). Darus mengaku dirinya bertujuan masuk ke DPR untuk memperjuangkan kesejahteraan rakyat.

Karena itulah Darus pun lolos ke Senayan dengan mengalahkan caleg nasional lainnya dan bagi Partai Hanura pertama kalinya mendapat kursi di Dapil Jabar II. Darus menjadi anggota DPR RI periode 2014-2019 mendapatkan tugas di Komisi X, Banggar dan sebagai sekretaris Fraksi Partai Hanura.

Sebagai anggota DPR RI, ditempatkan di Komisi X yang berbasis pendidikan, bukan hal yang baru dalam hidupnya. Ketika masih kuliah, Darus juga ditugaskan oleh ayahanya untuk mengajar di SMP Pelita dan SMP PGRI Arjasari dari tahun 1988 sampai tahun 1998. Hingga kini pun Darus aktif pula mengajar di Fisipol Universitas Nurtanio Kab Bandung.

“Bukan hal baru dunia pendidikan bagi saya, maka itu saya memilih Komisi X untuk memperjuangkan dunia pendidikan di Indonesia lebih maju, dan dapat melahirkan bibit anak bangsa yang bermutu,” kata Darus yang lahir di Desa Pinggirsari, Kecamatan Arjasari, Kabupaten Bandung, 13 Februari 1967 ini.

Baca Juga  Menkes Apresiasi Bupati Bandung Soal Layanan Antar Jemput Vaksinasi Lansia

Peran Orangtua

Kang Darus menceritakan orangtuanya berprofesi sebagai guru SDN Arjasari yang sangat telaten dalam membimbingnya menyelesaikan seluruh kegiatan persekolahan. “Setelah naik ke kelas V, saya hanya sempat duduk sekitar satu minggu di bangku kelas, kemudian tanpa diduga saya dipindahkan ke kelas VI untuk mempercepat proses belajar di tingkat Sekolah Dasar,” kenangnya.

Setelah lulus dirinya melanjutkan ke SMP PGRI Arjasari, sekolah yang didirikan ayahnya sendiri, yang sangat peduli terhadap perkembangan pendidikan di pedesaan. Tiga tahun kemudian Darus diterima di SMAN 37 Baleendah (kini SMAN Baleendah), tentunya dengan usia paling muda dan postur badan relatif kecil dibandingkan dengan teman-teman sekelas lainnya.

“Hal itu kerap membawa saya pada pengalaman-pengalaman lucu, seperti kaos olahraga yang kedodoran, atau seloroh bapak guru yang sering menyapa dengan nada gurau, “Teu salah asup sakola? leutik keneh geus SMA?” (Nggak salah masuk sekolah? Kecil-kecil sudah SMA?)

Tapi ayahnya memang berpendapat lain, ia menginginkan anaknya merintis diri menjadi seorang birokrat dengan membujuk saya untuk masuk APDN, mengikuti jejak kakaknya ibu yang lulusan APDN. Namun apa daya, tahun itu APDN hanya menerima mahasiswa ikatan dinas, tidak dari umum. Sedangkan Sipenmaru UNPAD sudah ditutup. Darus hanya bisa gigit jari dengan risiko tidak melanjutkan kuliah, karena tidak ada perguruan tinggi yang diminati.

Di mata Darus, ayahnya adalah sosok yang tidak pernah menyerah dengan keinginannya untuk membuat anaknya kuliah. Melihat tayangan TVRI di mana Presiden Suharto membuka perguruan tinggi baru di Jatinangor, yaitu Institut Koperasi Indonesia (Ikopin).

“Maka ayah saya pun membujuk saya untuk mau berkuliah di perguruan tinggi yang dikhususkan mencetak kader-kader koperasi nasional tersebut,” tuturnya. Berkuliah tanpa minat sungguh-sungguh pada bidang perkoperasian malah membuatnya tetap jatuh cinta pada dunia politik. Dengan berstatus mahasiswa, Darus lebih banyak aktif pada kegiatan-kegiatan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Baca Juga  Tasyakur Bin Ni'mah Pelantikan Bupati/Wabup Bandung Disperkimtan Gelar Baksos Penyaluran Dana Stimulan Perbaikan Rutilahu

Karena aktif dalam kegiatan kemasyarakatan itulah, Darus muda bertemu dengan seorang perempuan Cangkuang Banjaran pada Upacara 17 Agustus 1986, yang kemudian menjadi istrinya hingga kini, Hj.Noneng Karnengsih. Dari Noneng ia dikaruniai tiga anak, Mega Mahardika, Gilang Haikal Hikmatyar, dan Sani Firas (meninggal ketika dilahirkan).

darus istri

Kiprah Kepemudaan

Aktivitas dalam berpolitik dan berorganisasi benar-benar berurat akar dalam hidupnya. Ia mengawalinya dengan menjadi Ketua Angkatan Muda Siliwangi Subrayon Desa Arjasari. Tak sampai setahun, Darus dipercaya menjadi Ketua I AMS Rayon Kecamatan Arjasari. Selang berapa lama, ia dipercaya oleh para aktivis untuk menjadi Ketua Umum Wirakarya Kecamatan Arjasari kemudian jadi Wakil Sekretaris Depicab Wirakarya Kabupaten Bandung.

Kiprah Darus dalam kegiatan kepemudaan tak selesai sampai di situ saja sebab kemudian ia aktif di Bidang Kaderisasi DPD KNPI Kabupaten Bandung tahun 1992-1995, lantas dua periode menjabat sebagai Sekretaris KNPI Kabupaten Bandung (1995-1998, 1998-2001) di masa ketuanya H Dadang M Naser (kini Bupati Bandung).

darus-knpiKemudian Darus dipercaya menjadi Ketua DPD KNPI Kabupaten Bandung pada tahun 2001 – 2004. Darus didampingi sekretaris Sugianto (kini Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bandung). “KNPI bagi saya merupakan organisasi yang memberikan pergaulan yang baik untuk menghargai keragaman politik dan makna dari kehidupan yang penuh toleransi,” ujarnya.

Kiprahnya di KNPI kini menjabat Wakil Ketua KNPI Jawa Barat, dan Ketua Majelis Pemuda Indonesia Kabupaten Bandung. Darus pun dipercaya untuk ikut memberikan sumbangsih di beberapa organisasi. Sebagai Wakil Sekretaris AMPI Jabar (2004-2009), Ketua Lembaga Hikmah Muhammadiyah Kabupaten Bandung (2005-2010), Biro Hukum MUI Jabar (2006-2011), menjadi penasehat berbagai organisasi kepemudaan, dan sekarang Darus menjadi salah seorang Wakil Ketua Majelis Pemuda DPP KNPI dan jajaran pengurus PSSI.

Karir Politik

Karir Darus di parlemen, dimulai ketika era reformasi tahun 1998 di mana ia dipercaya jadi Wakil Sekretaris DPD Golkar Kabupaten Bandung. Pada Pemilu 1999 Darus terpilih sebagai anggota DPRD Kabupaten Bandung. Mengabdi kepada masyarakat bangsa melalui kiprah di DPRD adalah profesi yang sejalan dengan minatnya sejak kecil.

Baca Juga  Turnamen Bulutangkis Bupati Cup Ajang Gali Atlit Berpotensi

“Saya begitu antusias, serius mempelajari apapun yang menjadi tugas pokok, dan alhamdulillah tidak memiliki kesulitan yang berarti untuk menjalankan fungsi legislasi, budgeting dan pengawasan,” ungkapnya.

darus1Pada Pemilu 2004, Darus terpilih kembali sebagai anggota DPRD dengan raihan suara tertinggi di Daerah Pemilihan VI (Baleendah,Arjasari,Pameungpeuk, Cimaung, Cangkuang dan Pangalengan) yaitu 40.400 suara. Kalau di periode pertama (1999-2004) Darus sempat menjabat Sekretaris Panitia Anggaran, maka pada periode kedua (2004-2009) dirinya dikukuhkan menjadi Ketua Badan Anggaran, sampai adanya penggantian pada tahun 2006 karena konflik internal di Partai Golkar Kabupaten Bandung.

Di sela kesibukan sebagai legislator, Darus sempat menyelesaian kuliah pascasarjana jurusan Ilmu Administrasi Negara di Universitas Nurtanio. Ia lulus sebagai wisudawan terbaik. Darus pun ditarik menjadi Dosen Fisipol Universitas Nurtanio, sampai sekarang.

Seperti dikisahkan di muka, pengabdian di dunia pendidikan tentunya bukan hal yang baru dalam perjalanan hidupnya. Sebab saat masih kuliah pun, Darus ditugaskan oleh ayahnya untuk mengajar di SMP Pelita dan SMP PGRI Arjasari dari tahun 1988 sampai tahun 1998.

Menurut Darus, melatih komunikasi melalui pengajaran di kelas memang efektif untuk memperfasih komunikasi politik maupun kemasyarakatan. Adalah sebuah tuntutan yang memiliki kenikmatan tersendiri baginya kalau bisa jadi tokoh pemuda atau sesepuh kampung seperti dalam acara “Seren Sumeren Panganten”, atau berbicara di mimbar-mimbar dakwah.

Kesantunan dan keterampilan berbicara menjadi “hadiah langsung” yang dapat dijadikan modal perjuangan dalam mengartikulasikan kepentingan rakyat dalam dunia politik, ketika sebelumnya Darus melatih diri di kelas pengajaran dan mimbar-mimbar masjid dan pengajian-pengajian umum. [iwa, berbagai sumber].

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

BALERAME, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb mengaku dirinya juga seorang rider dan hobi dengan otomotif. Namun Wabup Bandung juga mengaku kalau soal knalpot brong, dirinya tidak setuju karena bisa mengganggu kenyamanan orang atau pengendara lain. Hal itu terungkap saat Wabup memberi sambutan dalam kegiatan pemusnahan barang bukti knalpot brong juga ribuan botol minuman […]

Bale Bandung

BALERAME, balebandung.com – Polresta Bandung menggelar Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Lodaya 2026 dalam rangka pengamanan perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah di wilayah hukum Polresta Bandung. Apel digelar di Dome Balerame Soreang, Kabupaten Bandung, Kamis (12/3/2026). Dalam amanatnya, Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono menyampaikan Operasi Ketupat Lodaya 2026 merupakan operasi kepolisian terpusat […]

Bale Bandung

BALERAME, balebandung.com – Polresta Bandung memusnahkan ribuan botol minuman keras (miras) hasil sitaan dalam Operasi Pekat Lodaya 2026 menjelang pelaksanaan Operasi Ketupat Lodaya 2026. Pemusnahan barang bukti dilakukan di Dome Bale Rame Soreang, Kamis (12/3/2026). Kapolresta Bandung Kombes Pol Aldi Subartono didampingi Kasat Resnarkoba Polresta Bandung Kompol Nova Bhayangkara menyampaikan kegiatan ini merupakan bentuk komitmen […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Bupati Bandung Dadang Supriatna kembali menyampaikan kabar gembira bagi para Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu (P3KPW) Guru dan Tenaga Kependidikan, setelah sebelumnya mehnyampaikan kabar baik bahwa (P3KPW) akan segera menerima Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 2026. Kali ini kabar gembira yang disampaikan setelah dirinya menerima Surat Edaran Menteri Pendidikan […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb jadi Pembina Apel Gelar Pasukan Pengamanan Arus Lalu Lintas Lebaran Tahun 2026, di Lapangan Dishub Kabupaten Bandung, Rabu (11/3/2026). Dalam amanatnya, Wabup Bandung menyampaikan apel tersebut menjadi wujud kesiapan Pemerintah Kabupaten Bandung, khususnya Dishub, dalam menjamin keselamatan serta kelancaran lalu lintas menjelang Idul Fitri 1447 Hijriyah. “Dengan […]

Bale Bandung

RANCABALI, balebandung.com – Wakil Bupati Bandung Ali Syakieb menutup pelaksanaan kegiatan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-127 wilayah teritorial Kodim 0624/Kabupaten Bandung, di Desa Cipelah, Kecamatan Rancabali, Rabu (11/3/2026). Wabup Bandung menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih serta penghargaan kepada TNI beserta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan TMMD. Menurutnya, program tersebut merupakan wujud […]