Bale Bandung

Si Jalak Harupat (3): Guru Muda yang Tak Betah Diam

×

Si Jalak Harupat (3): Guru Muda yang Tak Betah Diam

Sebarkan artikel ini

balebandung.com – Pagi itu ruang kelas sudah penuh ketika Oto berdiri di depan murid-muridnya. Sebagian masih anak-anak, sebagian lagi remaja yang usianya tidak terpaut jauh darinya. Di tangan kirinya terdapat beberapa lembar catatan pelajaran. Di tangan kanannya sebatang kapur.

Menjadi guru adalah pekerjaan yang dihormati pada masa itu. Tidak banyak bumiputra memperoleh kesempatan pendidikan yang cukup untuk mengajar. Bagi sebagian orang, menjadi guru berarti masa depan yang aman dan terhormat.

Namun setelah beberapa tahun menjalani profesi itu, Oto mulai merasakan kegelisahan yang sulit dijelaskan.

Ia menyukai dunia pendidikan. Ia percaya sekolah dapat mengubah kehidupan seseorang. Tetapi setiap hari ia juga melihat kenyataan yang sama. Banyak muridnya berasal dari keluarga sederhana. Mereka belajar dengan tekun, tetapi peluang yang tersedia bagi bumiputra tetap terbatas.

Di luar sekolah, kehidupan berjalan seperti biasa. Pemerintah kolonial tetap mengatur hampir seluruh aspek kehidupan masyarakat. Orang-orang pribumi bekerja, membayar pajak, dan menerima keadaan sebagai sesuatu yang tidak dapat diubah.

Oto mulai bertanya pada dirinya sendiri. Apakah tugas seorang guru hanya mengajar membaca dan menulis? Ataukah ada sesuatu yang lebih besar yang harus dilakukan?

Pertanyaan itu semakin sering muncul ketika ia bertemu orang-orang dari berbagai organisasi yang mulai tumbuh di Bandung. Kota itu berubah cepat. Diskusi politik mulai bermunculan. Surat kabar bumiputra berkembang. Kaum terdidik mulai memperbincangkan masa depan masyarakat mereka.

Untuk pertama kalinya Oto merasa menemukan lingkungan yang memiliki kegelisahan yang sama.

Di ruang-ruang pertemuan sederhana, ia mendengar pembicaraan tentang pendidikan, kemajuan masyarakat, dan harga diri bangsa. Banyak gagasan masih terdengar samar. Tetapi satu hal mulai jelas baginya: perubahan tidak akan datang dengan sendirinya. Perubahan harus diusahakan.

Dan untuk pertama kalinya sejak menjadi guru, Oto merasa bahwa ruang kelas mungkin terlalu sempit untuk semua gagasan yang mulai memenuhi pikirannya.*** bersambung

Example 300250

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Bale Bandung

MARGAASIH, balebandung.com — Ratusan warga yang mengatasnamakan Front Persaudaraan Islam (FPI) bersama sejumlah elemen masyarakat mendatangi Kantor Kecamatan Margaasih, Kabupaten Bandung, Kamis, 18 Juni 2026. Mereka menyampaikan aspirasi terkait rencana pembangunan rumah ibadah nonmuslim di kawasan Mahmud, Desa Mekarrahayu. Dalam audiensi tersebut, warga mempertanyakan proses perolehan persetujuan masyarakat yang menjadi salah satu syarat pendirian rumah […]

Bale Bandung

BANDUNG, balebandung.com — Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jawa Barat memasuki babak baru. Setelah melalui dinamika panjang yang sempat memunculkan perbedaan arah organisasi, HKTI Jabar kini menegaskan komitmen untuk bersatu dan bergerak dalam satu barisan demi memperkuat posisi petani di Jawa Barat. Komitmen tersebut mengemuka dalam rangkaian Pelantikan DPD HKTI Kabupaten/Kota se-Jawa Barat dan Musyawarah […]

Bale Bandung

JAKARTA, balebandung.com — Pemerintah Kabupaten Bandung terpilih menjadi satu-satunya pemerintah kabupaten di Indonesia yang dipercaya mengikuti Implementasi Tahap I Program E-Learning Aparatur Sipil Negara (ASN) Berintegritas Tahun 2026 yang diluncurkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Program tersebut diluncurkan secara nasional di Auditorium Prof. Dr. Agus Dwiyanto, MPA, Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta Pusat, Rabu, 17 […]

Bale Bandung

PASIRJAMBU, balebandung.com — Sejumlah orang tua siswa SDN Cisondari 1, Kecamatan Pasirjambu, Kabupaten Bandung, mengeluhkan adanya sejumlah biaya yang dibebankan menjelang kegiatan pelepasan siswa kelas VI dan kenaikan kelas yang dijadwalkan berlangsung pada 27 Juni 2026. Perwakilan orang tua siswa yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan menyebutkan terdapat beberapa komponen biaya yang harus dibayarkan oleh siswa […]

Bale Bandung

SOLOKANJERUK, balebandung.com — Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) terus dipercepat di Kabupaten Bandung. Sebanyak 100 sertipikat tanah diserahkan kepada warga Desa Langensari, Kecamatan Solokanjeruk, sebagai bagian dari pelaksanaan Program Strategis Nasional yang ditargetkan menjangkau 40 ribu bidang tanah di Kabupaten Bandung sepanjang 2026. Penyerahan sertipikat dilakukan oleh Kantor Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional […]

Bale Bandung

SOREANG, balebandung.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mulai melaksanakan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) secara serentak di seluruh Indonesia pada 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Di Kabupaten Bandung, pendataan diawali dengan sensus terhadap Bupati Bandung Dadang Supriatna yang dilakukan langsung oleh Kepala BPS Kabupaten Bandung Agus Nuwibowo bersama tim, di Rumah Dinas Bupati, Selasa (16/6/2026). […]