Catatan Redaksi: Serial ini merupakan saduran prosa dari Kidung Sunda, karya sastra Jawa Pertengahan yang dikenal melalui tradisi manuskrip Bali/Jawa-Bali. Pengarangnya tidak diketahui secara pasti. Ada keterangan yang mengaitkan teks ini dengan kemungkinan pengarang berlatar Jawa yang pindah dan tinggal menetap di Bali karena bahasanya menggunakan Bahasa Bali/Jawa Kuno. Menariknya, meski bukan teks berbahasa Sunda, Kidung […]
Tag: majapahit
Kidung Sunda (4): Tiba di Bubat
Catatan Redaksi: Serial ini merupakan saduran prosa dari Kidung Sunda, karya sastra Jawa Pertengahan yang dikenal melalui tradisi manuskrip Bali/Jawa-Bali. Pengarangnya tidak diketahui secara pasti. Ada keterangan yang mengaitkan teks ini dengan kemungkinan pengarang berlatar Jawa yang pindah dan tinggal menetap di Bali, tetapi hal itu tetap perlu dibaca sebagai dugaan, bukan fakta final. Menariknya, meski […]
Kidung Sunda (3): Dari Lamaran Hingga Bayang-bayang Bubat
Catatan Redaksi: Serial ini merupakan saduran prosa dari Kidung Sunda, karya sastra Jawa Pertengahan yang dikenal melalui tradisi manuskrip Bali/Jawa-Bali. Pengarangnya tidak diketahui secara pasti. Ada keterangan yang mengaitkan teks ini dengan kemungkinan pengarang berlatar Jawa yang pindah dan tinggal menetap di Bali, tetapi hal itu tetap perlu dibaca sebagai dugaan, bukan fakta final. Menariknya, meski […]
Kidung Sunda (2): Gambar Putri Galuh di Hadapan Para Raja
III Gambar Puteri Galuh Pagi itu Majapahit tampak berseri. Para hadirin berkumpul. Sang Prabu Tua, Prabu Daha, dan Sang Nalendra Majapahit duduk di tempat kehormatan. Sang Nalendra Majapahit tampil gagah tiada tanding. Cahayanya benderang terang. Gagah pembawaan, tampan dari kodrat, patut menjadi pengayom negara. Tajam pandang matanya yang elok, tanda berakal tajam. Busana Sang Hayam […]
Kidung Sunda (1): Putri Galuh, Kabar Kecantikan dari Tanah Sunda
Catatan Redaksi: Serial ini merupakan saduran prosa dari Kidung Sunda, karya sastra Jawa Pertengahan yang dikenal melalui tradisi manuskrip Bali/Jawa-Bali. Pengarangnya tidak diketahui secara pasti. Ada keterangan yang mengaitkan teks ini dengan kemungkinan pengarang berlatar Jawa yang pindah dan tinggal menetap di Bali, tetapi hal itu tetap perlu dibaca sebagai dugaan, bukan fakta final. Menariknya, […]
Kualat Bubat: Saat Gajah Mada Gagal Taklukkan Sunda, Majapahit Retak dari Dalam
balebandung.com – Perang Bubat bukan akhir Kerajaan Sunda. Yang gugur di Lapangan Bubat adalah rombongan kerajaan, bukan negara Sunda-Galuh. Setelah tragedi itu, Sunda-Galuh justru berlanjut di bawah Pangeran Niskala Wastu Kancana, Putra dari Prabu Wangi Linggabuana dan Kerajaan Sunda mencapai kegemilangan baru pada masa Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi. Sebaliknya, Majapahit membawa noda politik […]
Ketika Sunda Menolak Takluk: Kidung Sunda Jilid II dan Runtuhnya Ambisi Palapa Gajah Mada
Kidung Sunda II membawa pembaca ke bagian paling keras dari tragedi Bubat. Di medan itu, ambisi Sumpah Palapa bertemu dengan martabat Sunda yang menolak tunduk. Gajah Mada boleh menghendaki Sunda masuk ke dalam daftar taklukan, tetapi Bubat justru memperlihatkan batas politiknya: Sunda memilih gugur sebagai kerajaan merdeka daripada hidup sebagai tanda penyerahan. ===== HALAMAN 8 […]
Carita Parahyangan dan Luka Bubat: Saat Naskah Sunda Kuno Mencatat Perang di Majapahit
Sebuah naskah tua dari daun lontar menyimpan ingatan panjang tentang Sunda. Namanya Carita Parahyangan. Naskah ini dikenal sebagai naskah anonim Sunda Kuno. Nama penulisnya tidak diketahui. Para ahli umumnya memperkirakan naskah ini disusun pada akhir abad ke-16, sekitar tahun 1580 M, tidak lama setelah masa akhir Pakuan Pajajaran. Dalam tradisi pernaskahan, naskah ini dikenal sebagai […]
Diragukan, Makuta Ulun Umbul di Majalaya Milik Raja Hayam Wuruk
MAJALAYA, Balebandung.com – Penemuan Makuta Ulun Umbul di Kampung Leuwidulang, Desa Sukamaju, Kecamatan Majalaya, Kabupaten Bandung, tepatnya di sekitar komplek SMA Pasundan Majalaya pada 2009, masih menyisakan tanda tanya. Apakah benar mahkota tersebut merupakan meninggalan Raja Majapahit ke-4 Hayam Wuruk, ataukah Makuta Umbul Majalaya atau Camat Majalaya semasa Kabupaten Bandung masih bernama Tatar Ukur dengan […]
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.
